Nuansa Kelulusan

Yooo berjumpa kembali dengan tulisan saya yang ga penting, setelah lebih dari seminggu vakum.
Biasa...saya jam kerjanya melonjak tinggi, alhamdulillah yah sesuatu bisa dapat uang ahihihi

Kali ini aku mau cerita tentang graduation atau kelulusan. Tanggal 25 Maret kemarin adalah hari kelulusan dan wisuda dari hampir semua wadah endidikan di Jepang. Entah kenaa selalu tanggal 25 Maret atau mingu terakhir bulan Maret, aku tak mengerti hehe. Mungkin karena tahun ajaran baru dimulai dari bulan April.

Nah ada beberapa foto yang berhasil saya curi dari pelbagai sumber, yuk kita intip, berikut story nya.

Gambar di atas adalah sertifikat kelulusan dari program kita tercinta Basin Water Environmental Leaders (BWEL) yang notabene ngasih kita gratis kuliah. Ini sertifikat punyanya Pakcik Alif, orang Thailand yang pinter banget ngomong Jepang, Inggris, Thailand (jelas) dan Melayu.

Naah gambar ini adalah senpai alias kakak tingkatku. Dari kiri ke kanan ada Hami (Vietnam), Mei (Malaysia), Alif (Thailand), Thavin (Kamboja) dan mbak Uut (Indonesia). Kalau wisuda disini kita bisa pakai pakaian tradisional negara kita kayak yang dipakai Hami dan Mbak Uut.

Dari kiri ke kanan, ada Mbak Icha, Mbak Ewi, Yuan Liu (China), Mbak Uut. Kita bisa juga lho pakai kimono waktu wisuda.

Ini suasana sebelum upacara wisudanya dimulai. Semua wisudawan dan wisuda wati dari S1 sampai S3 dari berbagai jurusan dan fakultas tumpah ruah di ruangan ini. Orang Jepang biasanya pakai kimono.

Para wisudawan dan wisuda wati dari program BWEL Master berfoto dengan Staff BWEL



Nah ini bertiga aku foto bareng Bai (China), Peiping (China), atas. Mereka adalah seniorku. Dan foto bahah aku dan Owaki (Jepang), dia ini juniorku baru lulus S1 dan lanjut master di April depan. Wah, ga terasa sekarang aku punya junior hahaha (dapat target pembully-an nih :p )

Nah foto terakhir ini aku dan Sakaida senpai. Dulu awal pertama aku masuk ke lab besar ketemu ni orang, takut banget, kayaknya judes dan galak dan ga seneng banget sama junior asing yang ga bisa ngomong jepang kyk aku dan zaya. Tapi lama2 ternyata dia orangnya baik juga, dan satu2nya orang Jepang yang mendekati juniornya yang orang asing (aku dan zaya). Masih ingat sekali waktu party dimana aku ga bisa makan daging2an, dia memberikan porsi udangnya untuk aku makan disaat semua orang (termasuk teman2 asing) melahap habis udang dan waktu itu aku hanya ngemil edamame dan telur dadar aja hahaha. Dan dia juga yang intens tanya2 kepada junior2 asing meski ga ngerti bahasa inggris dan kita ga ngerti bahasa jepang, sedang orang2 jepang lain termasuk yg seangkatan pada males nanyain orang asing yg ga lancar bahasa jepang haha.

Ah....time flies...1 year remaining before I became like them.
Harus semanat menyelesaikan misi. Sabar menghadapi cobaan dan ujian.
Yosh!!!!!! Ganbare!!!!

Previous
Next Post »