Flashback : 22 Dec 2010 - Tragedi Busway : Antara Afgan, Jigong, Steve Emanuel dan 3 Waria

Flashback adalah bagian dari kilas balik tulisan-tulisan yang pernah aku buat dalam berbagai blog atau notes yang diambil dari berbagai akun blog yang sudah expired (baca : lupa pasword toka lupa username toka, diblokir toka )
Tanpa ada penambahan atau pengurangan kata2, mungkin sedikit polesan saja (eh sama aja ya hehe).

Flashback pertama adalah kejadian saat aku masih giat menjadi consultan dari O****AME sebuah sistem dagang kosmetika yang sekarang sedang naik daun.  Ini dia kejadiannya :
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kemarin pagi, saya bangun dengan hati berseri. Berniat pergi ke kota sebelah, Yogyakarta untuk urusan bisnis, dan dengan harapan tinggi agar bisnis saya lancar. Dengan bermodal uang hasil merampok universitas alias sisa PKM, saya meluncur ke stasiun Balapan. Tanpa menunggu lama, kereta yang akan mengangkut saya ke kota sebelah pun tiba. Dengan sedikit berdesakan bersama calon penumpang lain, akhirnya saya mendapat tempat duduk juga. Suasana kereta hari itu sangat ramai, tak seperti hari biasa yang lenggang, padahal bukan akhir pekan. Setelah tanya kanan kiri, baru sadar saya kalau ternyata sudah memasuki musim libur sekolah. Wah pantas saja banyak berondong muda dalam gerbong saya, lumayan untuk menambah vitalitas mata hihihihi....

Dan!!! Pandangan saya tertuju pada segerombolan anak2 (sepertinya SMP atau mungkin SMA kelas 1) yang kesemuanya adalah Chinesse. Ada 7 orang cewek dan 5 orang cowok dengan penampilan khas anak orang borjuis. Dengan rok mini dan hot pants, dipadu kaos ketat, dan yang cowok dengan jaket ala penyanyi tenar atau kaos basket dipadu dengan aksesoris bling bling dan jam tangan keyen. Terlihat cantik2 dan cakep2. Jadi iri ihiks ihiks :D
Satu orang berondong cakep menarik perhatian saya. Wajahnya mirip Steve Emanuel, dan orangnya pendiam, tak cerewet dan ramai seperti teman2nya. Dan kalau senyum...alamaaaakkkk manissss bangeeeettt. Jadi berandai2 ah kalau saja saya 7 tahun lebih muda dan lebih kaya dari saat ini....hahahahhaha :D. Entah mengapa, tiba2 saya merasa ada firasat jelek mengenai cowok itu (kita panggil dia dengan adik Steve). Tapi, saya tak peduli dengan itu, dan saya akhirnya disibukkan dengan draft dari anak2 tekbenlan saya yang manis2 itu hehehhe.

Tanpa terasa kereta sudah sampai di Stasiun Maguwo, dimana saya mau tak mau harus turun. Pikir saya tak lagi bertemu dengan gerombolan adik2 SMA itu, tapi ternyataaaaaa kita bertemu lagi di halte Busway. Dan itulah awal dari sebuah tragedi yang cukup menarik :).

Halte, siang itu menunjuk pukul 10 lewat,dan hkondisi halte sangat penuh dengan berbagai macam manusia, termasuk gerombolan anak2 tadi. Dan saya berdiri sendirian bak seorang anak ilang. Cukup lama menunggu busway tujuan Malioboro, dan setengah jam kemudian bus saya datang juga. Baiklah, seperti basa, berdesakan lagi dengan calon penumpang lain. Dan saya cukup beruntung mendapati posisi yang tak mengenakkan, tengah dan harus berdiri!!! But, it's okay....tak masalah bagi saya sebetulnya.
Posisi saya dibilang sangat tidak menguntungkan, berdesakan dengan 2 orang depan dan belakang saya yang lebih tinggi dari saya, membuat saya seakan tenggelam. hehe tapi bukan itu penyebabnya. Ada sebuah cerita unik dalam busway ini. :)

Cerita ini kita mulai dari seorang mas2 dibelakang saya. Penampilan necis dengan baju kotak2 lengan tanggung dan skanny jeans lengkap dengan kacamata bak Afgan Syahreza. Dia mengobrol bersama 2 orang mbak2 berjilab dan berkawat gigi (sepertinya temannya) dengan gaya bahasa yang...Afgan bangeeeeeettttt (OMG!!!). Kemudian, si Afgan Lover itu mengeluarkan sesuatu yang membuat saya tercengang... IPhone model baru dan masih gress banget. OMG lagi!!!! SDoh saya berpikir, betapa beruntungnya saya kalo punya itu IPhone huhuhuu :'(. Tapi yang lebih mencengangkan lagi, dia pasang headset dan kemudian dengan pedenya di tengah keramaian dan desak2an busway, dia mulai buka suara dan menyanyi..."dia dia dia cinta yang ku tunggu tunggu tunggu"... OH MY GOD!!!!!! Ternyata dia memang seorang Afgan Lover >.< 

Baiklah, cukup lama saya tercekat mendengar suaranya yang cukup memekakkan telinga (mungkin dia sedang memposisikan dirinya sebagai Afgan, tapi bagi saya dia bener2 CULUN). Tak cukup itu penderitaan saya, dari tadi sebenarnya saya terganggu dengan bau ketek seseorang yang ugh yaiks tak enak sekali. Saya jadi berpikir jangan2 ini bau badan saya...ups...jangan deh. Dengan hati2 dan gerakan tidak mencolok, saya berusaha mencium keti saya kanan dan kiri, oh AMAN YES!!! Bau Divine Doedoran by Oriflame saya masih tercuium kuat sekali. Dan bau itu terus mengganggu saya. Masih dengan gerakan tidak mencolok, saya berusaha mencari smber polusi udara itu, dan ternyata.....berasal dari depan saya...embak2 dengan jilbab kuning!!!! sepertinya anak sma dan sepertinya dia lupa untuk pakai deodoran atau cologne aja deh...Duh menyengat sekaliiii T_T. Tak berselang lama dari kasak kusukku mencari sumber "bau" itu, si jilbab kuning berbisik2 pada depannya yang sepertinya temannya, pakai jilbab juga warna coklat dan terdengar mengolok2 tingkah si Afgan Lover. Kemudian si jilbab coklat menoleh kebelakang dan agaknya cukup lama memandangi si Afgan Lover, dan kemudian tersenyum memperlihatkan giginya dan OH MY GODNESS!!!!!! Deretan gigi depan berwarna kuning lengkap dengan JIGONG menempel tebal. GOD DAMNED!!! Tanpa sengaja saya melihat pemandangan itu dan yaiks...perut saya mual seketika >.<

Sampai di Amplas, sebuah Mall kebanggaan Jogja, si duo Keti-Jigong dan Afgan Lover cs akhirnya turun menyisakan saya dan segerombolan anak SMA barengan saya di kereta tadi. Saya pikir cukup sudah cerita saya, namun ternyata belum. Dan..masuklah 3 orang waria. Berkusir dua, kucir kuda dan keriting. aya masih berdiri dan di depan saya berdiri duduklah si adik Steve tadi dengan sangat menawan (sumpah tak kuat saya hahahhaah). Belum puas saya mengagumi ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, si keriting berseru " Iiiihh kamu cute banget siiihhhh, namanya siapa???" dan seruan tu ditujukan buat si adik Steve itu. Wajah si Steve langsung pucat dan tak mempu berkata2, hanya senyum terpaksa. Dengan PeDenya si Waria keriting nerocos " Masih sekolah ya?? SMA ya?? Kelas Berapa?? Sekolahnya di mana??? Ihhh kamu lucu deh,, imt gitu..." OH MY GOD!!!!!!! Saya memandang si Steve dengan sedikit geli melihat raut mukanya yang ketakutan.
Tiba2 si Waria kucir kuda mencoleh dagu si Steve dan berseru " Lucu de kamu, koq diem aja sih", dan Steve memundurkan badannya ke belakang dengan ekspresi ketakutan. Kasihan sekali.

Tak hanya itu, teman si Steve yang duduk di sebelahnya, dengan muka yang pas2 an dan tak seganteng steve melihat dengan pandangan ngeri pada tiga orang waraia tersebut. Namun, beda dengan Steve yang "digoda" oleh 3 waria itu, temannya itu justru kena semprot si kucir kuda dengan suara berat khas cowok galak (saya membayangkan seperti suara dosen saya yang bernama Hadiwiyono) "APA LIAT LIAT????" dan si teman Steve itu langsung menunduk dan tak berani menatap ketiga waria itu.

Dan saya yang menyaksikan pemandangan itu tepat di depan wajah saya, hanya bisa menahan tawa. Sempat ngin meledak tawa saya ketika si kucir kuda membentak teman si Steve, dan hampir keceplosan "ppffffftttt" namun masih bisa saya tahan karena si Waria keriting tiba2 menoleh ke arah saya dengan muka jutek dan mata melotot, akhirnya saya pura2 batuk. Eh si Keriting nyeletuk " Batuk neng?? DI komiks aja tuh" dengan suara dicewek2in. Dan saya tersenyum sanagt manis dengan berkata " Oh iya, makasih OM". Lalu buru2 saya melangkah ke depan karena kebetulan sudah berhenti di Halte depan Hotel Santika. Dan masih saya dengan si Waria Keriting mengumpat keras " SIALAN TUH CEWEK!!! CAKEP2 GINI DIPANGGIL OM!!!!"
Di halte, saya tak bisa lagi menahan tawa atas kejadian yang saya alami barusan, dan saya tertawa sendiri sampai ditanya petugas haltenya. Malu saya ditanya seperti itu akhirnya saya menyingkir dari halte dan berjalan sambil tersenyum2 geli.... hihihiiihi :)
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sayang cuma ada 1 komentar yang ku dapat dari mantan anakku yang centil namun baik hati dan suka menabung makanan bernama AMA alias siamang eh :p


ama_minimoy22 Desember 2010 04.45  
haha...embakk pretes, aku baca aje sampe ketawa, ngebayangin aku berada diantara manusia2 absurd seperti itu...:D


hihihihi tapi kejadian itu kembali aku ingat-2 lagi dan benar2 wajah ketiga waria itu membuat tertawa, RA NGUATI CAH!!!!!

Previous
Next Post »