Just My Opinion : Galau Akademis - PLPH

Just My Opinion adalah tempat dimana saya berpendapat tentang sesuatu hal. Pendapat saya bisa jadi disetujui oleh orang, bisa jadi ditolak oleh orang. Jadi, sebuah pendapat tidaklah mutlak kebenarannya, hanya berasal dari pemikiran saya yang terbatas :)

------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tema yang saya ambil kali ini adalah tentang galau akademis. Kenapa? Karena saat ini saya sedang galau. Dilarang protes!!

Galau akademis adalah dimana kamu merasa tidak puas terhadap hasil akademis kamu.
Biasanya galau macam seperti ini akan melanda para siswa dari TK sampai mahasiswa pada saat akhir semester, dimana saat menerima rapor, KHS atau semacamnya.

Tindakan yang biasa diambil oleh siswa2 yang terkena galau akademis hampir semuanya sama, yaitu menyalahkan apapun selain diri mereka sendiri!!

Pengalaman pribadi?? Iya donk, saya pernah dan berkali2 mengalami galau akademis, bahkan sampai semester terakhir kemarin. Tapi ya sudahlah, nasi sudah menjadi bubur, jadi mari kita tambahkan kecap, kuah dan ayam agar buburnya enak dimakan :)

Belakangan ini saya baca di sosial media, banyak sekali yang mengeluhkan hal yang hampir sama kata2nya, " Proses itu Lebih Penting dari Hasil" - PLPH. Saya juga pernah berkata seperti itu sewaktu jaman awal saya kuliah. IP saya cuma 2.1 dan 2.2 di tahun pertama saya kuliah lho.

Belakangan ini, mungkin seiring dengan pertumbuhan otak, saya mengkaji ulang kalimat tersebut, sampai bertapa merenung 7 bulan 7 purnama (ini bohong) untuk memahami sekedar kalimat tersebut. Saya pikir, orang yang melontarkan kalimat tersebut pastilah orang yang kecewa tingkat akut karena hasil akademisnya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Hayo ngaku!!!! Saya juga pernah gitu soalnya hahaha.

Nah, menurut saya saat ini (yang sudah insyaf), bahwa kalimat tersebut tidaklah sepenuhnya salah atau benar. Yang jadi masalah adalah penggunanya yang notabene siswa2 yang kecewa karena hasilnya ga seperti yg diharapkan. Kenapa???
Karena memang proses itu penting dalam sebuah usaha, tapi hasil juga penting. Sebuah proses itu hukumnya berbanding lurus dengan hasil. Dimana proses yang baik akan selalu diikuti dengan hasil yang baik pula. Apabila kamu merasa prosesmu sudah baik namun hasilmu koq kurang memuaskan, ya kamu introspeksi dulu prosesmu, pasti ada sesuatu yang kurang, pasti ada yang tertinggal dan sebagainya. Jangan terus menyalahkan orang lain.

Kemungkinan lain adalah, bahwa prosesmu itu belum selesai. Hasil yang kamu dapat itu bukan hasil final. Contohnya  adalah saya sendiri (maaf, bukan narsis lho ya tapi berbagi pengalaman hihihi). Seperti yg saya katakan tadi, semester awal kuliah ancur banget nilai saya, 2.1 dan 2.2. Bayangkan, wanita, rajin (katanya) eh dapetnya cuma 2. Malu?? Iya donk. Dan lebih sakit hatinya lagi, temen saya yang ngah ngoh koq IPnya lebih tinggi dari saya. Hancur hati ini dan selalu membela diri dengan mengatakan "PLPH". Terus karena tidak terima dengan itu, saya berusaha sekuat tenaga sampai akhirnya lulus dengan IP yang juga pas2an tp lumayan lah bisa membawa saya sampai ke negeri antah berantah ini hehe (IP dirahasiakan, malu ah).

Ada lagi teman saya, dia berpengetahuan luas sekali, dari A sampai Z tentang pertanian itu sudah hafal di alam bawah sadar. Sayangnya hasil akademisnya selalu dibawah saya. Tapi dia tidak pernah membela diri dengan mengatakan "PLPH". Karena dia mengakui kekurangan dalam prosesnya itu, mbolosan, malesan dan telat ngumpulin tugas atau laporan. Sekarang, dia bekerja di salah satu perusahaan besar terkenal di Indonesia dan lolos hanya dengan 1 kali mendaftar kerja, 1 kali wawancara.

Artinya apa??? Bahwa sebuah kegagalan dan kekurang pantasan hasil yang kamu terima, diharapkan menjadi sebuah pemacu semangatmu untuk melanjutkan prosesmu yang belum selesai, atau yang masih kurang itu. Sehingga ketika kamu benar2 sudah final tuntas selesai tamat fin barulah kamu berkesimpulan apapun terserah kamu, proses itu lebih penting dari hasil, atau hasil lebih penting dari proses. Terserah.

Dan proses itu bisa berasal dari mana saja, tidak mesti harus terpaku pada rajin berangkat kuliah, ngumpulin laporan dll. Seperti teman saya, dia mbolosan, tapi dia berproses pada belajar dari pengalaman di luar kuliah, hasil akhirnya adalah dia lolos masuk perusahaan menyisihkan ratusan pendaftar yg IPnya lebih tinggi dari dia.

Jadi buat kamu semua, termasuk saya, ayolah kita berdamai dengan diri kita dan kemampuan kita sendiri. Jika hasil yang kamu dapat kurang memuaskan, pikirkan lagi, ini hasilsementara atau hasil akhir?? Masih bisakah untuk diperbaiki?

Semoga opini saya bisa memancing pembaca dalam mengeluarkan uneg2 tentang galau akademis.

Nah, selamat beraktifitas semuanya...saya mau kembali pusing dulu ya....
(Tutup chrome --> buka grADS ---> raut muka serius spaneng ga enak banget dilihat)


Thanks to Karintus who inspired me to do more and more on my process.



Previous
Next Post »