Cinta Kita Terhalang Syahadat - Cahpter 6 - Mendendam

Pernahkan kalian mencintai seseorang namun dia tak pernah melihatmu ada?
Pernahkah kalian berjuang agar bisa mendapatkan tempat di hati orang yang kalian cinta, dan kalian berhasil melakukannya, namun dia tak bergeming dengan apa yang ada jauh di lubuk hatinya?
Atau, pernahkah kalian bersama seseorang, namun hatinya tak pernah dia letakkan untukmu?
Aku sedang mengalaminya.

Aku mencintai dia, pria yang aku inginkan menjadi pelabuhan terakhir cintaku dan hidupku.
Aku berusaha untuk bisa dekat dengannya, berjuang mati2an menyusulnya ke tempat ini.
Dan aku berhasil mendapatkannya, menjadi kekasihku, meski terlihat ada raut keterpaksaan saat itu.
Ya akulah yang memintanya, aku yang mendesaknya untuk menjalin hubungan lebih lanjut.

Aku tahu kelemahannya, tak pernah isa menolak kebaikan orang. Dan aku memanfaatkan itu untuk mendekatinya.
Mungkin aku sedikit jahat, ah tidak, ini adalah caraku untuk membuatnya memilihku.

Kebersamaan ini memang sedikit aneh kurasa, tak seperti kebersamaan dua sahabat baikku yang akan melangsungkan pernikahannya bulan depan.
Aku tak pernah mendapatinya menatap mataku, memegang tanganku, atau bahkan sekedar memanggilku dengan sapaan sayang.
Aku sakit, tak pernah dia datang dengan perhatiannya sendiri, pasti dengan banyak teman, ramai sekali, dan juga gadis itu.

Ya, gadis yang selalu aku lihat dalam tatapan matanya.
Gadis yang tak pernah lepas dari pandangannya setiap bertemu.
Aku merasakannya. Cemburu yang amat dalam telah membakar hatiku.

Dari pertama aku datang menyusulnya, dia telah menjadi sosok yang berbeda dengan waktu kebersamaan kita terdahulu.
Matanya hanya untuk gadis itu. Memang, dia merupakan laki2 yang tak pernah mudah mengungkapkan perasaannya, ataupun mengatakan siapa yang dia suka.
Namun aku sudah terlalu lama mendekatinya, aku cukup mengenal bagaimana dia jatuh cinta.
Dan pada gadis itu, mereka diam2 mengungkapkan perasaan lewat tatapan mata.
Dan aku sangat membenci hal iitu.

Namun tak ingin aku kalah dari gadis itu, aku lebih mengenalnya.
Aku lebih dulu mencintainya.
Aku tak ingin melepaskan dia yang kini jadi milikku.
Aku tak rela, aku ingin tatapan itu milikku sepenuhnya.
Dia hanya milikku. Hanya aku, bukan gadis itu.
Previous
Next Post »