Sedang Sok Bijak : Tentang Sebuah Ikhlas

Banyak orang bilang segala sesuatu kalau dijalani dengan ikhlas pasti akan lancar hasilnya. Saya pastikan itu benar. Hidup ini woles aja, santai tapi pasti. Yang penting kita punya tujuan hidup, kita punya pegangan hidup dan kita punya Allah.

Seperti apa yang saya alami jaman ~sebelum ulang tahun saya tahun ini~, tersadar bahwa hidup saya banyak sekali ketidak ikhlasan. Hal yang kecil yang tidak kita sadari, seperti menggerutu baik diucapkan atau pun dipikirkan, kadang menunjukkan betapa tidak ikhlasnya hidup kita.

Contohnya saja, kita membantu orang lain, sekuat tenaga, kemudian setelah orang itu sukses, kita dilupakan, boro2 ucap terima kasih, malah tak mau kenal dengan kita. Lantas, kita menggerutu, nggrundel, dan cenderung akan berbuat menjelek2an orang itu. Nah, itu salah satu bentuk sikap tidak ikhlas. Coba kalau kita ikhlas, pikiran positif akan mengeluarkan energi positif yang membuat kita lebih nyaman dan tenang hatinya.  Dulu, rasanya saya ingin memakan orang tersebut setiap kali bertemu. Tapi sekarang, alangkah baiknya kita tersenyum dan biasa saja.

Darimana ikhlas itu berasal?

Kita beragama, kita pasti tahu Allah adalah Maha Segalanya. Bahkan sebutir kecil niat kita pasti Allah akan hargai itu dengan balasan yang setimpal. Jika kita berfikir positif, maka ikhlas akan timbul dengan sendirinya.
Contoh, ketika kita membantu orang lain, niatkan bahwa kita memang ingin membantu, jangan memngharap imbalan dari dia, tapi percaya bahwa imbalan akan datang dari Allah, entah kapan itu pastinya akan terbalas.

Kemudian ketika kita dicampakkan orang lain, ingatlah bahwa masih banyak orang yang menghargai kita. Masih banyak orang yang menganggap kita hebat, kita lebih dari mereka. Dan peliharalah orang2 yang seperti itu. Nah maka dari situ hidup kita akan tenang.

Dalam hidup juga, ga punya uang? ya udah santai saja, kalau rejeki itu tak akan kemana koq. Selama persediaan beras dan bumbu dapur masih ada, bisa koq makan pakai nasi goreng.

Anak kost ga punya duit di akhir bulan? Ga ada mie juga? Ah ngutang di warung depan kan masih bisa.

Ga bisa hangout sama teman2 ke mall atau karaokean gara2 ga punya duit? Ah ngapain juga, mending dirumah ngerjain tugas atau nonton stand up comedy rame2 satu kost lebih asyik.

Ga punya pacar?? Santai aja.....umur kamu masih muda, belum 30 taun. Kalau umurnya 30 tahun lebih dan belum punya pacar, nah itu baru kamu wajib untuk galau.

Yang wajib kita amalkan sebelum berikhlas adalah berpikir positif, berucap kata positif, dan bertindak positif. In sha Allah pasti ikhlas itu datang dengan sendirinya.

Saya juga, saat ini sedang belajar keikhlasan. Belajar berhenti menggerutu. Belajar untuk terus berpikiran positif. Belajar mencintai apa yang Allah berikan pada saya. Dan saya ingin sekali bisa menerapkan pada pikiran saya bahwa sepahit apapun hidup saya saat ini, masih lebih pahit hidup di neraka. Dan saya ga mau hidup di neraka, mengerikan sekali gambarannya. Saya ingin masuk ke surga, dan untuk menuju ke surga, salah satunya kita perlu untuk berbuat yang lebih baik lagi. Ikhlas pun adalah salah satu kunci pintu masuk menuju surga.

Ada yang bilang, ah kamu terlambat kalau mau ikhlas!
Eits.......santai sob.....sebelum matahari terbit dari barat, maka tidak ada kata terlambat untuk apapun. Bahkan Allah membuka pintu taubat kapan pun sebelum hari kiamat itu ditentukan.

So.......buat yang lagi galau2 soal skripsi ga kelar2, santai aja, sometimes your research need to rest. Means that you have to take a rest from your research than refresh your minds, then you will get a new way to finish your thesis.
Tapi orang tua??
Wajar lah orang tua menanyakan, kita beri mereka pengertian dan gambaran. Sedikit permintaan maaf pasti akan membuat mereka mengerti. Ikhlas jalani, dan kamu akan mendapatkan sebuah hasil yang ga akan kamu duga sebelumnya. Misalnya aja, kuliah di luar negeri? who knows??

Atau, buat yang lagi galau belum dapat kerjaan...santai saja, perbanyak ibadah, shalat sunah, dan bersedekah. Ingat, sedekah dan shalat dhuha itu pembuka pintu rejeki yang paling tok cer.

Bagaimana dengan saya saat ini?? Duit hanya tinggal recehan tak sampai seribu, tagihan banyak dll.
Ah sudahlah....nanti kalau sudah saatnya datang, pasti lunas semua. Santai saja, yang penting beras masih ada, garam merica dan minyak masih banyak hihihi.

I want to make my life happily ever after even I have so many big problems. But hey, I have the massive Allah who always stay beside me ^_^


Previous
Next Post »