Mimpi yang Aneh

Malam ini aku tidur dengan hati yang campur aduk, ada senangnya ada sebelnya. Karena kecapekan aku  mendapatkan mimpi yang pas bangun bikin senyum2 aneh.

Jadi, mimpi dimulai dengan yang namanya perjodohan. Aku djodohkan dengan seseorang laki2 yang cuma aku tau namanya Gilang. Jangan tanya siapa, enggak tau, mungkin Gilang Bhaskara si tukang stand up comedy, entah Gilang Ariestya yang tukang drum itu, yang jelas 100% bukan Gilang Wibisono saudaraku hehehe. Sosoknya sepintas itu jelas orang Indonesia, ganteng nan rupawan,  macho dengan kulit terbakar matahari.

Terus pesta pernikahannya lucu, ga ada scene ijab qobulnya tapi tau2 udah scene poto2 crew pernikahan. Semua pakai jilbab. Terus aku lihat ke kaca, aku liat tatanan rambutku sudah acakadul tapi masih di sanggul. Kemudian aku minta foto2 dengan keluargaku, saudaraku yang paling dekat, mbak Ova dan Dwi.

Kemudian scene berganti di sebuah rumah. Masih banyak saudara2ku di rumah itu. Ceritanya itu rumahku dan suamiku. Tapi aku dan suamiku belum berbicara apapun. Rumahnya unik, di dekat tebing yang bawahnya sungai, dengan gaya jepang yang safety. Rumahnya bertingkat, tujuannya kalau ada banjir ga tergenang rumahnya.

Sama sekali belum berbicara dengan "suamiku", terus aku kesal, aku buka2 kotak lama di bawah gudang. Aku baca2 sebuah notes book warna hijau dan menangis. Kemudian "suamiku" masuk ke gudang dan aku kesal, aku tutup kembali box itu dan banting pintu. Terus aku bercakap2 dengan pakdhe Joko, bapaknya mbak ova dan dwi. Aku liat si "suamiku" membaca buku notes hijau kecil milikku, terus aku deketi dia dan aku ambil notesnya. Uniknya notesnya berubah jadi iphone dan aku kuncu pake paslock hahaha. Terus aku menangis dan itu pertama kalinya si "suamiku" mengecup kepalaku.

Kemudian scene berganti lagi, sekarang kami pergi naik sepeda sendiri2, ceritanya sedang ada di kota dia. Dia menunjukkan banyak sekali tempat2 kuno tapi tempat2 itu ada di game. Seperti kuil2 dan candi2, dan dia bilang ada di game ini game itu dll. Scene candinya pun diperlihatkan.  Kemudian karena kita bersepeda di satu lajur berdua, ketemu dengan gurunya dan teman2nya. Si bapak guru bilang ke aku untuk ada di sebelah kiri karena sebelah kanan untuk lajur cepat, dan saya bersepeda duluan dari si "suami" saya.

Kemudian tiba di perempatan agak turunan jalannya, ada perbaikan jalan, dan ada polisi. Karena aku benci banget sama polisi, aku pandang sinis itu polisi. Kemudian kita menyeberang dan sampailah pada sebuah sekolah. Dan saya ikut lomba memasak bersama alumni2 sekolah sma nya si "suami " saya.

Sebelum masuk ke ruangan lomba, "suamiku" memelukku dan mengecupku lagi. romantis banget pokoknya. Udah ga ada nangis2 lagi, scene nya terlihat sangat bahagia. Dan aku masuk ke ruang lomba, dia berkumpul bersama teman2nya anak basket. Ceritanya dia mantan anak basket.

Aku satu tim dengan temanku, saat itu entah ga tau siapa. Kemudian di tim depan ada satu orang adik tingkat yang sangat mengidolakan "suamiku", bahkan sampai orang tuanya bercerita dia menulis diary tentang "suamiku" pakai tulisan jawa. Kemudian aku bilang "untung tulisan jawa bukan tulisan thailand".

Kemudian aku berkata pada temanku " Aku gak tega ngomong ke mereka kalau Gilang udah menikah" dan temenku menimpali " Apalagi istrinya kamu " aku jawab " Iya " sambil tertawa.

Kemudian aku terbangun gara2 suhu badanku tinggi. Menyadari bahwa aku masih di Gifu dan belum menikah dan sedang musim panas. Huufff........langsung tertawa. Mimpi yang aneh, serasa betulan.

Memang namanya disebutkan Gilang, wujudnya pun samar. Tapi..dari cara dia memperlakukanku, sikap dia, suara dia dan senyum yang samar terlihat, rasanya aku tahu itu siapa :)



Previous
Next Post »