Oh NO!!! I'm Getting Old!! (Age Does Matter)

Sekilas nampak jauh sekali perjalanan dari apartemen kumuh saya ke kampus.hampir 20 menit ditempuh dengan sepeda. Kayuhan sepeda yang sangat berat meski berada pada gear tengah. Entah apa mungkin karena sepedanya yang kurang bagus sehingga kayuhannya menjadi sangat berat dan tidak bisa melaju cepat? Atau karena saya yang sudah tua?

Oh NO!! ya mungkin karena saya sudah tua.
Sejenak pikiran melayang ke beberapa waktu silam, tepatnya setengah dari usia sekarang. Saat itu saya punya sepeda lumayan bagus meski merk nya wimcycle dengan gambar kambing dan motonya "Wimcycle idolaku", warna merah menyala. Dibelikan ayahku saat aku SD kelas 4. Tidak ada gear di sepeda itu, tapi ada belnya.

Masih ingat dengan jelas rute tiap minggu pagi. beberapa rute biasa saya lewati.
Yang petama, berangkat dari rumah menuju arah batas kota - rumah sakit - melewati alun2 kota Purworejo, lurus ke arah kolam renang Artha Tirta, belok kiri dari kolam renang lurus ke arah Mudal, masih terus melanjutkan perjalanan hingga ke arah......saya lupa nama daerahnya, tapi ada pondok pesantren dan universitas islam swasta IAIN kalau tidak salah, dan nama pondok pesantrennya kalau tidak salah An Nawawi, setelah itu lurus terus hingga pertigaan yang jika ambil lurus maka ke arah Seren dan Winong, kalau ambil kiri itu ke arah Sucen. Saya biasa ambil arah kiri, ke arah sucen. Kadang setelah sampai di pertigaan, yang kalau ambil lurus itu akan tembus ke SMA 6, kalau belok kiri ke arah perum Doplang, dekat rumah saya. Tapi saya selalu ambil jalan lurus, hingga ke SMA 6. Kadang lurus ke arah Boro dan Don Bosco kemudian putar ke kanan melewati SMA 7 dan balik ke rumah. Kadang dari SMA 6 akan ambil jalan kiri melewati Lengkong dan SMA 1 kemudian pulang ke rumah.

Rute lain adalah setelah dari alun2, saya ambil rute ke arah Kaligesing, melewati jembatan sungai Bogowonto, kemudian ambil jalan kiri ke arah Kemanukan dan Somongari. Mampir di rumah embah, dan lanjut perjalanan putar balik ke Cangkrep Lor, menempuh jalan sedikit berhutan ria ke arah Bumi Perkemahan Punthuk, melewati jembatan Boro yang aduhai tinggi sempit dan mengerikan, tembusannya di Pangen Juru Tengah kemudian putar arah SMA 7 dan kembali ke rumah.

Selalu setiap pagi berangkat dari jam 6 pagi, pulang jam 12 siang. Dengan jarak tembuh berkilo2 meter dan biasanya ngebut.

Stamina saya sepertinya sangat ruar biasa waktu itu. Sampai saya ganti sepeda, dengan sepeda federal warna hijau dilengkapi dengan bel dan gear, kesayangan saya. Saya masih rutin tiap hari minggu bersepeda dengan rute yang sama, kadang nyasar2 atau mblusuk2 ke gang2 kecil.

Namun sekarang, aduh, dari apartemen ke kampus saja sering mengeluh capek kedinginan dll.
Ah...karena saya sudah tua mungkin.
Dulu, ketika muda, jarak seperti itu tak terasa capek. Sangat menyenangkan meski terkadang harus melaju sendirian. Wah masih ingat sekali saya dulu sangat tomboy, galak, tetapi sangat lugu dan sering jadi bahan cemoohan dan sering pula korban keusilan teman2 hahaha.

Yes...Now, I realize, I'm getting old. I thought that I'm still young, but no, I'm just pretending that I'm a teenager.

Dan saat teman2 seangkatan dan sebaya saya atau bahkan adik2 tingkat saya sudah banyak yang bertukar pikiran mengenai pernikahan dan anak2, saya masih saja mengayuh sepeda menerjang dingin dan panas bercampur hujan dan angin.

But this is live. We are always getting older. Stamina kita sudah tidak seprima dulu., Tapi yang pasti, semangat kita harus tetap sama seperti dulu. Bahkan lebih :)

Hari ini saya hanya tertawa sepanjang perjalanan saya ke kampus. Meneertawakan ketuaan saya. Menertawakan umur saya. Dan menertawakan semua keluhan2 saya :D
Previous
Next Post »