No Mention

Aku ingin berteriak, tapi mereka menjejali mulutku dengan sumpah serapahnya

Aku ingin berlari jauh, namun mereka mengikatku dengan tali transparannya

Aku ingin menulis lepas, tapi mereka mengikat tanganku dengan duri

Mereka pikir aku buruk sekali

Mereka bilang aku monster

Mereka hanya tidak mengenalku

Mereka hanya termakan hasutan para penyihir

Aku hanyalah sebuah besi yang penuh tempaan

Bukan menjadikannya sebuah pedang yang tajam

Namun mereka membuatku melelh karena panasnya api

Aku hanyalah sebuah batu yang diasah terus menerus

Alih alih menjadi berlian, aku terkikis

Mereka bilang aku banyak maunya

Aku hanya punya satu kemauan, bahagia

Bahagia itu sederhana sekali

tapi untuk mendapatkannya, aku harus melalui proses yang panjang

Belum lagi jika itu menyakitkan

Atau, aku mati diperjalanan

Aku ingin ke hutan lalu belok ke pantai seperti kata pujangga cinta

Aku ingin keluar dari kesenyapan ini

Aku ingin mereka mendengar kata hatiku

Meski aku harus membelah dada dan membiarkan hati merah ini bicara

Aku lelah dengan para penyihir

Aku lelah berlari

Aku ingin berhenti pada sebuah rumah yang nyaman

Previous
Next Post »