Wednesday, April 2, 2014

SISIR itu (juga) Penting

Sisir.

Gambar ambil dari sini
Mau seperti apapun bentukya adalah penting bagi manusia, khususnya wanita.
Bayangkan saja jika tanpa sisir, bangun tidur rambut singa kemana2, gimbal, dan bikin ga cantik sama sekali.

Dua hari yang lalu, saya kehilangan sisir. Mungkin dibawa sadako yang gerah karena musim dingin sudah berlalu, jadi sadako butuh buat nyisirin rambutnya. Ceritanya agak sedikit horor juga sebenarnya. Pagi itu tepat sebelum mandi, saya memang punya kebiasaan kalau sebelum mandi pasti menyisir rambut terlebih dahulu. Pagi itu setelah menyisir rambut, saya jelas sekali meletakkan sisir di meja, persis di depan laptop saya. Kemudian saya mandi. Karena berendam, maka mandinya agak lama sekitar 30 menit. Setelah madi, biasa berganti baju dan memakai pelembab tubuh. Tiba saat mau merapikan rambut, pengen menyisir rambut, lho...koq sisir saya ilang??? Saya cari gak ketemu. Saat itu ah masa bodoh, kan rambut jg basah, baru keramas jadi enak aja disisir pakai jari. Karena buru2 juga.

Pulangnya, masih mencari sisir, tidak juga ketemu. Karena capek, saya tidur saja. Esok harinya, karena gerah juga ga sisiran, akhirnya saya putuskan mengobrak abrik kamar saya demi sebuah sisir!!! Dan itu juga gak ketemu!!! Seisi rumah sudah dicari, mulai dari lemari, bawah kasur, dapur, kamar mandi wc. Akhirnya saya nyerah dan hanya mengikat rambut saja biar ga keliatan rambut singanya.

Sebelum ngampus, sebenarnya karena gerah pengen cepet sisiran, saya nyari di warung2 kecil dekat rumah saya. Ternyata tidak ada. Kemudian saya pergi ke semacam Alfa Mart Indomaret gitu, namanya Lawson, itu jg ga ada. Kemudian saya pergi ke Seven Eleven, ga ada juga. Masih belum menyerah, saya pergi ke Kanesue, semacam supermarket Makro kalau di Indonesia, disana juga tidak ada yang jual sisir!!!. Mulai kesal saya, masak sisir aja gak ada yang jual.

Saya pikir, ah mungkin di toko obat dan make up ada. Dan pergilah saya ke Drug Yutaka, eeeeh.....ternata sisir biasa juga tidak ada. Adanya sisir yang sudah dilengkapi dengan alat pelurus rambut atau pengeriting rambut. Ah ga butuh saya. Keluar dari Drug Yutaka, saya masuk ke sebelahnya, Circle K, hasilnya sama nihilnya. Karena sudah marah, saya putuskan ke kampus. Sampai di kampus, beruntung teman ada yang membawa sisir, saya pinjamlah sisir itu.

Sorenya saya memutuskan untuk pergi ke mall Masa 21. Saya pikir, "Lhah masak beli sisir aja harus ke mall dulu???" Di kepala ini sudah ga bisa konsen apa2 selain pengen sisiran. Dan setelah di Masa, saya akhirnya berhasil mendapatkan sisir!!!! Yeeeeeeeee.......
Tau berapa harganya??? 578 yen setara dengan sekitar 60 ribu rupiah!!!!! Untuk sebuah sisir. Coba diindonesia kita bisa beli 12 sisir lebih itu -_-

Sepulangnya dari mall....ajaib sekali, saya mendapati sisir saya yang tergeletak di lantai, yang notabene, tadi pagi sudah bolak balik saya lewati dan tidak melihat sama sekali ada sisir merah disana. Apakah mata saya yang rabun sehingga tidak bisa membedakan mana warna merah dan mana warna lantai saya yang coklat??? Sepertinya tidak, bukan?
Lantas, fenomena apa yang saya alami???
Bulu kuduk saya merinding saat itu juga, dan ini true story, tidak mengada2. Langsung malam itu juga saya bacaayat kursi dan surat Al Jinn.

Sisr lama yang merah, sisir baru yang item
Begitulah, jadi buat kalian, khususnya para wanita, pesan saya adalah, selalu sedia sisir cadangan!! Sehingga bila satu sisir ilang, masih ada sisir yang lain.

2 comments

pliss lah mbak,, aku jg ngalamin hal yang sama, cuma ga sekonyol itu jg,, hehe,, aku beli sisir di mall akhirnya harga 30rbuan k, surang dikit,, sampe rumah mau packing sisirnya jatuh di belakang rak baju.. hahah

hahha tapi ini beneran oq han. Di rumahku memang rada creepy :D


EmoticonEmoticon