Radu'a

Hari ini aku ketemu Radu'a.

Usianya 6 tahun. Orang berbicara padanya sambil setengah membentak. Dia pendiam. Jika ditanya orang, dia menunduk menjawabnya lirih.

Dia selalu mengikuti teman2nya bermain jetika di masjid. Namun teman2nya memilih acuh. Alhasil dia hanya berdiri disamping sembari memperhatikan teman2nya bermain. Sesekali dia tertawa jika ada tingkah temannya yg dianggapnya lucu.

Hari ini aku berkesempatan mendekatinya. Kuelus rambutnya yg ikal dikepang kecil. Kutanya dia,

"namae wa dare?"

Dia mengulangi ucapanku sembari menunduk

"namae wa? Namae wa. Hmm"

Kemudian ibunya yang sedang menggendong adiknya yg masih bayi berkata,

"she can not speak japanese"

Kuelus rambutnya sembari bertanya namanya pada ibunya.

"radu'a"

Pertama aku mendengarnya Najwa, tapi ibunya mengulang beberapa kali Radu'a. Aku tanya berapa umurnya, ibunya bilang 6 tahun.

6 tahun, dia begitu tegar berdiri diatas anugerah yang Allah berikan. Kakinya tegap beralaskan sandal crocs pink dengan pin angry bird. Tangannya bersedekap. Sesekali direntangkannya dengan cepat.

Disitu aku mulai tahu bahwa dia berbeda. Sebelumnya aku pikir dia anak autis. Ternyata tidak. Dia normal. Dia anak yang aktif. Hanya saja tangannya yg kecil mempunyai kelainan.

Aku ingin berbincang lebih lama, tapi temanku memanggil untuk bergegas pulang. Kulambaikan tangan seraya mengucap "bye bye", tapi dia memberiku hi 5.

Saat ber hi 5, aku baru mengetahui, jemari kiri Radu'a hanya berjumlah 4.
Kulayangkan hi 5 sekali lagi, dia meminta dengan dua tangan. Dan aku melihat tangan kanannya hanya 3 jari. Kita ber hi 5 dan dia tersenyum lebar.

Subhanallah. Ingin menangis rasanya. Allah memberi cobaan untuk anak sekecil itu dan dia bosa tegar. Mashaa Allah.

Mungkin aku tak sanggup jika menjadi dia. Atau aku gugurkan saja dia selagi dalam kandungan jika aku jadi ibunya.

Bukan karena aku malu, tapi aku tak sanggup melihatnya menanggung cobaan seberat itu.

Ya Allah, semoga Kau selalu.melimpahkan rahmat dan nikmatmu pada Radu'a
Previous
Next Post »