Love : Cover 3

Bandara, tempat untuk melepas kepergian, dan menjemput harapan baru. Berbagai emosi terluapkan disana. Haru, rindu, tangis, gembira melabuh menjadi satu. Satu kegalauan akan terusir dengan pertemuan yang manis. Atau perpisahan yang membawa sejuta rindu dan harapan.

David, tak bisa menahan emosi yang meluap didadanya. Selama 7 tahun lebih pergi meninggalkan Jakarta untuk pergi ke London. Akhirnya dia harus benar2 kembali tinggal melabuhkan harapan baru di tanah kelahirannya. Kerinduannya kali ini terasa berbeda. Jika sebelumnya dia hanya datang dan pergi dalam waktu yang singkat, namun kali ini dia benar2 kembali.

Tempat klaim bagasi, dengan riuhnya orang2 menunggu barang mereka. David telah mendapatkan semua barangnya dan bersiap meninggalkan terminal. Menunggu Dovvy yang akan menjemputnya. Berhenti di sebuah warung kopi di luar terminal dekat pemberhentian shuttle bus, pandangannya melayang ke sekeliling. Terasa asing baginya kali ini. Pertama kalinya dia memandang aneh untuk tempat yang kerap dia datangi pada musim liburan. Puas memandangi orang2 berlalu lalang, diraihnya segelas es kopi dyang diletakkan petugas di depannya.

" Itu kopi saya mas " tiba2 lamunannya buyar oleh peringatan dari seorang gadis manis di dekatnya.

" matcha latte kan? " gadis itu memastikan pesanannya, membuat david melihat dengan jelas tulisan Matcha Latte yang tertulis di gelasnya.

" Oh maaf mbak, aduh saya melamun saking hausnya" kata david seraya memberikan es kopi itu kepada si gadis.

" Tak apa mas, masnya melamun terus sih dari tadi. Pasti rindu dengan tanah air ya?" sahut gadis itu disambut senyum david malu2.

Gadis itu kemudian pergi meninggalkan david yang masih menatap nya hingga jauh dengan salah tingkah. Jantungnya berdegup kencang. Rasanya pernah bertemu dia, namun dimana?

" Pesanannya mas, double espresso " kata2 pelayan kafe membuatnya sejenak melupakan kegiatannya mengingat sesuatu. Sembari menimati kopi dan sebatang rokok yang baru saja dinyalakan, david duduk diam menunggu dovvy.

------

Gadis itu terus berjalan menuju ke arah pintu kedatangan. Sambil menyeruput es matcha latte pesanannya, tangannya sibuk memencet handphone.

"Halo, sayang, ini aku udah di depan pintu kedatangan, kamu parkir nanti ya di belakang bus stop, bentar lagi paling keluar"

Matanya mencari2 sosok yang akan ditemuinya. Seorang wanita cantik dengan tinggi 172 cm berjalan ke arahnya. Dengan mendorong dua koper pink besar dan sedikit tergesa, dia berhenti sejenak dan membuka kacamata UV protektornya.

" Angel!! " katanya

" Lauraaaaaaaaaaa " sahut gadis itu yang ternyata bernama Angel

" Ah untunglah aku gak nunggu lama" Kata wanita cantik itu seraya memeluk Angel dan disambut tawa Angel yang renyah.

" Laura, kamu itu jangan pakai high heels ya, kamu benar2 membuatku seperti kurcaci " sungt Angel yang tingginya hanya 150 cm

" no no, kamu bukan kurcaci, kamu itu adikku meski umurmu lebih tua satu tahun" canda Laura degan logat british nya yang khas.

" ah nyebelin. Eh tu Reza udah datang, yuk kita cabut aja. Mama udah telepon emarin, dia lagi ada meeting di Lombok, minggu depan baru pulang katanya. Kamu koq ga bisa dihubungi kata Mama "

" Hape aku rusak waktu mau berangkat, internet segala macam jadi ga ada. Tapi untunglah aku udah nge-tag kamu jemput aku. Wait...Reza?? Pacar kamu kan? "

" Alah kamu ni, Mama protes tu masak kamu ngabarin aku aja, orang rumah ga ada yang dikabarin. "

" Seriously, hape ku rusak. Kemaren papa aku mintain tolong buat ngurusin, tapi kata papa dua minggu baru selesai, ya udah aku kembali ke jaman batu deh haha "

" Hallo Laura kan? " Sapa seorang laki2 berkacamata dan memakai kemeja kotak.

" Laura, this is Reza, my beloved boyfriend " Angel mengenalkan.

" Hai Reza, I've heard so many things about you from her. " sesaat kemudian dia berbisik kepada Angel " lebih manis dari si Willy "

" Willy?? " kata Reza sambil mengernjitkan dahi

" Mantan aku " kata Angel.

" Her ex. Dont worry, kita bertiga temenan dari SMP, waktu SMA aku pindah ke Amerika, ternyata mereka jadian. Hahaha unpredictable, ternyata putus di tengah jalan. Tapi aku bersyukur Angel dapat kamu. Willy is so messy boy, kadang aku sebal dengan kebiasaannya yang jarang mandi haha"

" Yaelaa masih dibahas lagi si Willy dosen itu ah. Udah yuk cabut "

Tiba2 BRUK...Angel menabrak seseorang. Rupanya David.

" Aduh mas, maaaf...."

" eh mbaknya yang tadi, kalo jalan jangan sambil ngelamun mbak " kata david sambil tertawa.

Angel hanya tertawa dan masuk ke dalam mobil. Mereka kemudian meninggalkan bandara. Pun david yang telah bersama dovvy, meninggalkan bandara, tempat dengan segala jenis pertemuan dan perpisahan
Previous
Next Post »