#NgenesElegan : Balada yang baru mudik

Malam minggu atau sabtu malam atau aturday night, whatever is it. Biasanya malam minggu menjadi malam yang saya cintai karena merupakan malam dimana waktu saya untuk tidur dengan tidak terbangun di malam hari. Tapi, hari ini, rasanya saya benci. Ya benci sekali malam minggu ini, karena harus mengulang aktivitas itu kembali.

Ah...2 malam minggu saya lewatkan dengan penuh kebahagiaan yang jarang sekali saya dapatkan. Iya lah, orang 3 tahun sekali pula. Mudik. Iya, saya baru mudik kemaren. Malam minggu pertama saya lewatkan dengan misi rahasia yang sangat sangat mendebarkan hati, membuat berbunga-bunga dan menerawang rencana2 jauh kedepan melalui awan2 putih yang beterbangan. Ah lebay. Dan malam minggu kedua saya lewatkan dengan perut kenyang sekali karena ditraktir si om yang lagi ulang taun di Telaga Sampireun dan makan sepuasnya plus dapat duren ahem ahem ahem.

Dan hari ini, malam minggu menjadi seperti biasanya. Nanti malam saya tidur dan bangun jam 9 pagi keesokan harinya.

Mudik.

Ya, mudik menjadi sebuah hal yang mahal bagi saya 3 tahun terakhir ini. Mudik saya yang pertama berkaitan dengan penelitian dan tugas kampus. Hanya satu minggusaya di Indonesia dan harus merelakan waktu satu hari untuk memberi kejutan pada bapak yg lagi ulang tahun. Kemudian keesokan harinya saya harus kembali ke perantauan. HIks sedih rasanya.

Namun mudik kedua ini memang sudah direncanakan jauh2 hari sebelumnya, sehingga 2 minggu full saya di rumah dan menikmati segala suasana hangan yang saya rindukan. Iya, di sini sangat dingin. Hubungan nya juga dingin sekali disini.

Saya jadi teringat tentang 3 orang yang pernah berkata pada saya hal yang sama persis, yaitu "tidak ada orang yang respect sama kamu di Gifu". Well, bravo untuk ketiganya, karena mereka berhasil sempat membuat saya semangatnya turun dan menangis di lab, di kamar, dan di bis kota. Iyalah nangis, wong ndilalah mereka ngomongnya koq ya selalu pas saya lagi mens lho. Dan sempat saya termakan dengan ucapan mereka yg sama persis itu. Iya loh sama persis. Entahlah, mungkin mereka sudah janjian ketika membuatnya. Atau mereka kong kali kongan jadi nyontek pas nulisnya. hehe. Sepertinya mereka tahu jadwal saya menstruasi juga.

Anyway, ternyata keadaan ketika saya pulang terasa 180 derajat dari yang mereka bertiga katakan. Di rumah, hangat sekali sambutan dari tetangga, saudara2, teman2 dan juga adek2 kelas di sekolah2 saya dulu.  Wow...wow...wow.... Aku sampai speechless untuk menggambarkannya.

Jadi, saya menyimpulkan bahwa, orang itu hidup seimbang dan Tuhan Maha Adil. Dimana ada orang yang membenci, pasti ada orang yang menyukai. Dimana ada orang yang menyukai, maka ada orang yang membenci pula. Hal itu adalah normal. Justru kalau kamu merasa tidak ada yang membencimu, maka kamu tidak mnormal. Pasti kamu pakai ajian pengasihan ya?? Atau pakai pelet? Eh mau donk, lumayan sih buat melet Oxavia Aldiano buat jadi suamiku :3

Tapi ya memang akan terus seperti itu. Di manapun kamu berada, akan selalu ada dua kubu tentang dirimu. Tapi, bagi saya, mereka bertiga itu saya tidak menganggap mereka membenci saya. Saya anggap bahwa mereka itu mencintai saya, sangat mencintai saya. Karena mereka bahkan sampai tau detail hati dan pikiran semua warga di Gifu tentang saya. Mereka sebegitu perhatiannya dengan saya, yang bahkan saya gak bisa sedetail itu dalam berhubungan pertemanan. Ya Tuhan, ternyata saya memang tidak cukup baik menjadi seorang teman.

Tapi, tak apalah, jikalau memang tidak ada yang respect dengan saya di Gifu ini. Toh saya sudah cukup puas dengan sambutan anak2 lab sampai ngunyel2 kepala saya. Atau sambutan nenek tua yang sering saya sapa ketika lewat di depan rumahnya. Atau sambutan teman2 saya dari beberapa negara, dan banyak nihonjin. Sampai saya harus minta maaf karena tidak bawa banyak oleh2 hehe. Tapi, mungkin benar mereka tidak respect dengan saya, tapi, saya gak peduli. Yang saya tahu, mereka sangat baik kepada saya dan bilang bahwa mereka merindukan saya :).

Ah...jadi ingat salah satu teman saya bilang " When you were at home, yes I never say "I miss you" everyday, but I do and I keep it in here, in my heart, until you come back " Kira2 seperti itu yang dikatakan dia. Aku juga sudah lupa tepatnya hehe.

Hidup, memang seperti itu. Hati orag siapa yang tahu. Kita juga tidak bisa mengontrol hati dan pikiran setiap individu. Yang bisa kita lakukan adalah berprasangka baik, berpikiran baik, berbicara baik dan berbuat baik.

Ah...malam minggu ini rasanya berisik sekali di dapur.

Ah!!! Aku lupa memberi makan Annabelle dan Angel hehe.

Baiklah. Di postingan selanjutnya akan aku tulis mengenai pengalaman saya bermain bersama adik2 di SMA 7. Hmmm...ga sabar pingin secepatnya nulis. Keburu lupa hihi
Previous
Next Post »

2 comments

Write comments
Nisa Choi
AUTHOR
November 4, 2014 at 8:22 PM delete

ada jg yg kayak gitu tow... :o

dittunggu yg pengalaman sama anak" SMA 7 nya, mbak

Reply
avatar
Ai Diana
AUTHOR
November 5, 2014 at 3:41 PM delete

hihi dimanapun kamu berada, pasti ada orang2 yang seperti itu nduk :p
Okee..aku masih belum ada ide untuk menuliskannya hihihi, tunggu yaaaaa :D

Reply
avatar