Fase-Fase dalam Kehidupan (Berani Bermimpi Lengkap)

Hari ini bersalju pada pagi hari dan cerah terik pada siang harinya membuat saya salah kostum kerja hari ini. Tapi, selama saya kerja, saya berfikir random sekali tentang fase2 yang saya alami dalam kehidupan. Menurut pendapat saya, kita hidup melewati beberapa hal yang kadang kita tidak sadari. Terutama fase untuk tau apa yang kita inginkan

1. Fase Menuntut

Fase ini menggambarkan kita saat masa kecil. Dimana kita hidup dalam buaian kasih sayang yang melimpah. Kesalahan adalah sesuatu yang tidak kita tahu. Apapun adalah benar, dan kita belajar dari berbagai macam hal untuk mengenal apa itu salah dan apa itu benar. Tentu saja, menuntut sesuatu adalah hal yang menjadi sifat kita sehari2. Dari sinilah kita belajar bahwa tidak semua hal kita bisa dapatkan.

2. Fase Bermimpi

Tahap ini adalah akibat dari proses belajar pada fase menuntut. Maka kita mulai tahu apa yang kita inginkan, dan bagaimana kita harus berjuang untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Maka lahirlah mimpi2 besar. Saya, pernah bermimpi untuk menjadi seorang astronout, karena kecintaan saya terhadap bintang2 dan ilmu antariksa. Jika Sherina hanya mengenal Canopus, Capella dan Vega saja, maka saya pernah hafal nama dan letak bintang2 yang menyusun gugusan rasi bintang. Tapi itu dulu, sekitar 17-15 tahun yang lalu, sekarang yang tersisa tinggal Alpha Centaury, Antares, Myra, Miranda, Betelgeuse, udah si itu aja.

Saya juga pernah bermimpi untuk menjadi seorang musisi dan artis papan atas, karena kecintaan saya teradap dunia seni, terutama seni peran, puisi, dan menyanyi saat SMP dan SMA bahkan saya sudah membayangkan sebuah rancangan konser besar lengkap dengan setting panggung, materi dan gaunnya. Alah, saat itu sedang senang2nya menyanyi, ikut paduan suara, yang akhirnya kemudian sakit hati karena guru nyanyi rofesional dari luar yang tiba2 datang ke sekolah mengeliminir saya karena suara saya dianggap ketinggian (6 oktaf). Tapi sayang saya salah menilai maksud beliau, sejak saat itu saya tidak pede kalau disuruh menyanyi (meskipun pas SMA kembali masuk paduan suara, tp ga pernah pede dan selalu memilih barisan belakang menghindari mic). Padahal kalau saya ga salah mengartikan dan terus berlatih, mungkin bisa jadi penyanyi juga sih ya. Ah kepedean

Dan masih banyak lagi mimpi2 saya sayang sudah tercapai maupun yang on going dan belum tercapai. Banyak pula mimpi2 saya yang harus saya buang. Lebih tepatnya saya simpan. Termasuk dua mimpi yang saya ceritakan tadi.

3. Fase Hidup dalam Kenyataan

Ya, mimpi itu manis, kenyataan itu pahit. Seperti yang saya alami, saya bermimpi bisa punya suami seorang celebrity, penyanyi papan atas pada usia 20 tahun. Itu terinspirasi dari Yukiko Kudo loh. Tapi pada kenyataannya, pada usia 20 tahun, saya baru tamat D3, baru putus dari pacar saya yang suka mukul, dan sedang senang2nya mencari pasangan baru, tepe2 di kampus gitu. Dan 5 tahun setelahnya, status KTP saya masih Belum Menikah.

Kenyataan itu tidak selalu seperti yang diimpikan. Tapi, ada pula yang berhasil mewujudkan impiannya. Tuhan pasti akan mengabulkan semua keinginan kita pada waktunya, dengan catatan, keinginan itu memang menjadi takdir kita. Tapi, ada kalanya kita masih mengeluh " Tuhan, kenapa seperti ini?? " atau " Ya ga gini juga kaliii ". 

Contohnya begini, pernah saya bermimpi ke sekolah ke Jepang. Melihat gaya sekolah2 di anime2 membuat saya ingin sekali merasakan bagaimana sekolah di Jepang. Keinginan saya kuat sekali. Sayang, saya cuma berdoa, " Tuhan, saya ingin sekolah di Jepang. ". Dan Tuhan mengabulkan mimpi saya. Tapi gak gini juga kaliiiiiiiiii. Iya, saya sekolah di Jepang, tapi dengan uang pas2an, kendala sana sini dan bla bla bla. Salah Tuhan? Tidak. Ini salah saya. Kenapa saya bermimpi tidak lengkap?

Kita sering sekali mendengan ungkapan " Berani Bermimpi Besar ", namun kita lupa untuk bermimpi secara lengkap. Saya bermimpi untuk sekolah di jepang, tapi saya lupa bermimpi untuk hidup yang berkecukupan, beaasiswa banyak, pintar, genius, menguasai bahasanya, punya banyak pernghargaan dll. Saya lupa untuk detail mimpi yang saya inginkan. Bukankah Tuhan Maha Kaya? Lalu kenapa mintanya sedikit??? Itu kata Pak Mario Teguh. Iya, Tuha mengabulkan persis apa yang saya inginkan. Hanya sekolah di Jepang. Tanpa detail. 

Lantas pernah pula saya berdoa, Ya Tuhan berikan saya uang banyak. Lalu suatu saat Tuhan memberikan saya uang banyak. Tapi saya lupa berdoa untuk kecukupan saya. Akhirnya pada kenyataannya, uang tersebut habis untuk membayar hutang. Hanya tersisa sedikit pas untuk makan beberapa hari. Mimpi saya terwujud. Pada kenyataannya persis seperti apayang saya impikan. Tapi tidak seperti yang saya inginkan. Saya pengennya uang banyak yang lama, terus2an, cukup untuk bayar hutang, ngurus keperluan sana sini, menabung, bersedekah dll. Tapi saya tak pernah menyebutnya. Saya hanya berdoa, saya ingin uang banyak.

Mimpi oh mimpi. Saya menyadari hal seperti ini setelah bercakap2 dengan ibunya Maznah. Dia bilang " Mbak dulu bermimpi pengen hidup di Jepang, tapi mbak ga berdoa untuk berkecukupan. Jadi mbak ya gini, beasiswa dikit, susah kuliahnya ga ngerti bahasanya... ". Sejak itu (waktu itu dia masih single), saya jadi berfikir bahwa mimpi kita harus lengkap. Tak usah malu. Tuhan Maha Kaya, lalu kenapa mintanya sedikit??

Tapi, meski kenyataannya sekarang saya hidup dalam #NgenesElegan , tapi saya tetap bermimpi, siapa tahu nih ya, Tuhan masih mau mengabulkan, kali2 aja 

4. Fase Bermimpi untuk orang lain

Memasuku fase ini, kita sudah tidak lagi menghiraukan apa yang kita impikan. Mimpi kita sudah bukan untuk diri kita. Melainkan untuk anak2 kita. Seperti mimpi bapak ibu saya yang menginginkan saya jadi dokter. Sayang sekali, saya tidak bisa mewujudkannya. Tapi gapapalah, tidak bisa memberi tambahan d kecil di depan nama saya, paling tidak saya sedang berusaha memberikan D besar di depan nama saya. Doakan saya yang lengkap ya pak, bu.

5. Fase Menikmati Kenyataan

Ini adalah fase akhir dari perjalanan hidup kita. Dimana kita sudah mampu untuk menerima kenyataan seutuhnya dan menjalani hidup dengan santai, menikmati hasil kerja keras yang telah kita lalui.

Itulah sekedar pemikiran random singkat saya selama kerja 4 jam tadi. Senang sekali bila ada yang mau berbagi pendapat. Ditunggu komentar, email, apapunlah pokoknya. Hihi

Salah satu mimpi saya adalah menyentuh salju. Ini saya buat ketika pertama kali salju turun. Tepat dihari saya ujian masuk, 3 tahun yg lalu. Sayang, hape saya jelek hanya 2 MP hehe


Previous
Next Post »

3 comments

Write comments
Wiwin
AUTHOR
February 14, 2015 at 6:42 PM delete

tulisan mba selalu inspiratif :)

Reply
avatar
Wiwin
AUTHOR
February 14, 2015 at 6:42 PM delete This comment has been removed by the author.
avatar
Ai Diana
AUTHOR
February 17, 2015 at 4:58 PM delete

Alkhamdulillah dek kalo bisa mengisnpirasi. Aslinya cuma tulisan random aja si hihihi

Reply
avatar