I Fall in the Autumn (10)

Hari ini!! Hari ini pengumuman pembagian kelas. Setelah aku mantabkan pilihanku ke IPA dan mengatakan kepada Pak Siregar dua minggu yang lalu sebelum liburan semester, hari ini aku berdebar menunggu pembagian kelas. aku berharap bisa satu kelas dengan Satria. Karena dia pandai sekali dalam matematika. Dan juga...mungkin bisa satu kelas dengan Naoki. Aku dengar dia mantab sekali mengambil jurusan IPA. berita yang kudengar, dia ingin melanjutkan kuliah di teknik kimia lingkungan di Jepang nanti. Dia memutuskan untuk ke tanah kelahirannya menemani neneknya yang sudah menua. Itu artinya, dua tahun ini akan menjadi tahun terakhirku berada di satu tempat dengan Naoki. Tiba2 saja terbersit keinginanku untuk mengutarakan apa yang selama ini aku rasakan pada Naoki. Tapi, apa aku berani? Menatap matanya saja aku tak mampu.

" Yo Em!! " Sapa satria mengejutkanku dengan melempar bola basket kearahku.

" Di kelas mana? " tanyaku tanpa basa basi sambil mengambil bola basket yang gagal aku tangkap dengan reaksiku.

" Kita sekelas loooohhhh. Asik deh bisa nyontek biologi ni haha "

" Tapi matematika ya...ya Sat ya..pliiiiiiiiiissssssss " kataku memohon dengan sangat.

" Santai lah itu, matematika gampang " Jawabnya kuikuti dengan teriakan senang.

Aku berlari menuju ke arah papan pengumuman, sedangkan Satria menuju ke kelasnya. Benar, aku masuk ke kelas IPA 4, ada nama Satria pula. Aku mencari2 nama Naoki di kelasku, namun nihil. Sayang sekali Naoki berada di kelas IPA 3 bersama dengan Kyla. Agak kecewa rasanya, namun ya sudahlah. Di beberapa praktikum mungkin kita bisa satu kelompok. Masih ada kesempatan untuk melakukan pendekatan. Ah pendekatan, seakan aku berani saja berdekatan dengannya.

Kudengar bel sekolah berbunyi. Cepat2 kulangkahkan kaki menuju ke kelas baruku. Kulihat Satria melambaikan tangannya dari depan pintu kelas. Aku bergegas ke arahnya.

" tempat dudukmu mana? "

" tuh disana " katanya sambil berjalan menuju tempat duduknya.

" aku sampingmu ya " kataku sambil berjalan mendekati mejanya.

Namun tiba2 saja Adrian meletakkan tasnya di samping tas Satria.

" Sat, aku sini ya " katanya dengan seenaknya

Langkahku terhenti, terlebih lagi setelah satria dengan santainya menjawab " Yo'i man ". Aku mencubit perut satria keras sambil berbisik,

" koq ada dia sih?? "

" kamu ga liat namanya di pengumuman? "

" mana aku perhatiin?? "

" yaudah terima aja lah "

" resek kamu ah "

Kutinggalkan Satria dan aku berkeliling mencari tempat yang kosong. Dan satu2nya tempat kosong ada persis di depan meja Adrian dan Satria.

" Hai, boleh aku duduk disini? " sapaku pada gadis manis berambut pendek sebahu yang duduk persis di depan Satria.

" eh iya, syukurlah dapat teman sebangku cewek ", " Aku Shinta"

" Hai, Aku Emi ", " Hee...kamu dari kelas 1-1 ya? "

Dan kami memulai percakapan perkenalan ini sampai guru kelas kami, Ibu Vivi datang memberi pelajaran permulaan kelas.

Tidak ada yang istimewa hari ini. aku melangkahkan kaki dengan sedikit lesu menuju ke parkiran sepeda. Aku menengok ke arah kelas Naoki. Kulihat dia asyik bercanda dengan teman2nya. Ada Kyla disana. Kyla melihatku dan melambaikan tangannya dan kubalas lambaiannya dengan senyuman. Dia berlari ke arahku.

" Emi, satu kelas dengan Satria ya? "

" Iya..... merepotkan sekali Satria itu. Dikit2 biologi dooonk, Bahasa Inggris donk, ini donk itu donk "

" Hahaha seperti biasa kalian ini bertengkar terus seperti pasangan aja "

" Eh...enggak Kyla, kami ga seperti itu "

" Iya..iya aku tau. Kamu mau pulang? Hati2 ya "

" Iya ni, hari ini harus mengambil pupuk di KUD. Kyla belum mau pulang? "

Kyla menggeleng, " aku ada les hari ini "

" Eh sudah mulai les? Keren. semangat yaa " kataku sambil berjalan ke arah parkiran.

Huuuffff....aku sedikit lega mendengar jawaban Kyla soal Satria tadi. Kyla anaknya sangat sensitif. beberapa kali dia sering menanyakan apakah aku menyukai Satria, mengapa aku bisa sedekat itu dengan Satria. Aku takut menyakiti perasaannya. Kyla itu satu2 nya teman baikku di kelas terdahulu.
Tapi Kyla satu kelas dengan Naoki, itu artinya aku bisa cari tau infformasi tentang Naoki dari Kyla. Akan kutukar dengan informasi tentang Satria. Ah, nakal sedikit tidak apalah.

Aku melangkah dengan tersenyum senang. Sampai kusadari bahwa Adrian berdiri tepat di sebelah sepedaku sambil memperhatikan tingkahku. Wajahnya yang galak membuatku salah tingkah karena ketahuan bertindak bodoh.

" Eh Adrian.... mau pulang? Tumben pakai sepeda "

" Motor lagi rusak " jawabnya pendek

" Oooo " jawabku singkat sambil bergeas mengambil sepeda dan menjauh sejauh2nya dari dia.


Saya pernah mengunjungi salah satu tempat paling cantik saat Autumn. Yaitu di Nabana no Sato, Mie prefecture. Disana ada bagian danau dengan pohon maple seperti ini. Seperti kaca, dan sangat cantik sekali. Sayangnya, saya tidak mengabadikannya karena hape saya batrenya habis. Sudah 2 tahun saya tidak kesana, tahun ini saya ingin ke sana, tapi sepertinya harus ditunda karena tidak ada teman yang diajak pergi bersama. Jauh loh itu. perjalanan dari kampus memakan waktu 2.5 jam sendiri


Previous
Next Post »