Ketika Aku Pulang ke Indonesia (Bagian ketiga)

Masih lanjutannya

Mada!!! Lama banget ga ketemu laki2 ini akhirnya ketemu coincidentally

Di saat yg sama juga ketemu sama adek yang penuh semangat, Titis Risni. Aku doakan semua cita2 dan keinginannmu dilancarkan oleh Allah

Bicara solo, terasa kurang sebelum bicara tentang Mbak Menik. 6 tahun saya makan di warung ini. Sudah seperti bulik saya sendiri. Sering ngutang juga saya kalau pas ga ada duit hehe

Ini febri, anaknya mbak menik. Dulu dia masih kelas 2 SD sampai sekarang kelas 3 SMP, dari yang tingginya se dada saya sampai lebih tinggi dari saya

Sosok kakak kebanggan saya. Musisi dan pengusaha warnet tempat saya kerja. Dari tangannya lah karya2 lagu2 saya diolah. 1000 miles dan Namidairo adalah yang paling berhasil hehe

Bh@ning Net. Tempat saya bekerja 2 tahun. Saya menyukai warnet ini, dan sudah seperti rumah. Ke Solo akan terasa kurang tanpa berkunjung kembali kemari

Pria yang sangat saya sayangi diantara sahabat2 saya. Kami sudah melewati banyak macam hal, curhatan ngakak dan tangisan. Dan dia adalah saksi mata dimana hape saya saat itu saya remukkan :D

Doni, Bahrul, Tunjung. Sahabat saya (minus Taufan). Sempat hilang kepercayaan dengan anak2 sekelas, namun berkat mereka sedikit demi sedikit kebencian saya memudar. Dari dulu, hingga saat ini mereka bukan hanya sahabat melainkan keluarga bagi saya. Saat foto ini diambil, adalah 30 menit yang sangat berharga. Bayangkan, mereka bela2in datang jauh2 cuma untuk 30 menit ketemu saya :D

Ama dan Nina adalah 2 pasangan sahabat yang paling menjadi favorit bagi saya. Saya menyayangi mereka layaknya adik2 saya sendiri. Hubungan mereka ibaratkan bayi kembar. Selalu merasakan hal yg sama satu sama lain :D
Saya menginap di kost Ama, muuciiih banget sudah menampung saya, dan Nina datang untuk menginap, maka kami menggosip bersama :D

Ibu, Vano dan Chi. Ibuku sayang sekali sama Vano. Mungkin karena sudah lama sekali tidak mengurusi anak kecil. Maklumlah, anak tertuanya masih senang melajang di umur yang seharusnya sudah menghasilkan satu atau dua anak balita (masa bodoh!!). Dan mereka sedang menggoda Chi, kucing adik saya yg berwarna hitam legam. Vano suka dengan Chi, gemes tepatnya, tapi Chi sangat takut dengan Vano karena Vano sering memencet perut Chi.

Saya dan Vano. Vano ini adalah cicit dari adiknya mbah buyut saya. Jadi kalau dari silsilah, dia itu sepupu saya. Jadi dia panggil saya mbak, bukan tante

Sahabat dan kakak saya akhirnya menikah. Mereka pacaran sudah lama sekali. sejak tahun 2003. Dan saya ikut ambil bagian menjadi saksi dalam penembakannya. Romantis dan gentlemen sekali mas Hanggoro ketika menembak Sanjai. Dia langsung ngomong ke bapaknya Sanjai. Tanda serius, dan memang serius. Hingga menikah. KEREN!!!! Tentang Sanjai saya pernah menulisnya disini

Satu2nya embah yang masih kumiliki. Sehat2 ya mbak. Tahun ini, embah kembali diguncang, putra tertuanya meninggal dunia bulan lalu. Embah sehat2 ya...aku sayang embah

Aku selalu menyukai hal2 yang mengingatkan saya pada masa kecil. Hal2 remeh seperti ini. Memakan buah pepaya dan menelungkupkannya. Aku rindu rumah


Previous
Next Post »