Cinta (Ada apa dengannya?) - 1

Ide saya, dari dulu pengen banget bisa bikin skenario film. Tapi, karena saya awam, jadi saya nulis berdasarkan apa yang ada dipikiran dan wangsit yang saya terima saja. nanti ngeditnya kalo udah kelar PhD ya...biar ga stres sendiri hihi.

Jadi, cerita ini saya udah bikin lama, tapi, mau diperbaiki dikit2. Pengennya sih mulai serius nulis juga. Sapa tau ada penulis yang tertarik njuk memperbaikinya. Lumayan hehe. Anyway, saya sedikit merevisi bagiannya. Dari postingan lama saya yang berjudul Love(Cover). Ini aslinya terinspirasi dengan film LOVE sama AADC sih. Intinya, bagaimana apabila ada 2 cinta yang sama2 sedang di bandara pada waktu itu, tetapi dengan cerita dan pasangan yang berbeda. 

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Prolog

Suasana bandara terminal keberangkatan luar negeri terasa ramai pekan ini. Banyak orang berlalu lalang dengan koper mereka. Tak sedikit pula orang tua seakan berat hati melepas kepergian putra putrinya. Atau pun suami yang melepas istrinya. Atau kisah dua sejoli yang akan berpisah sebentar lagi. Bandara, adalah tempat dengan segala perasaan sedih dan bahagia yang melebur dalam satu tempat.

Seorang gadis berbaju merah dengan tas selempang kecil berwarna kuning bergambar pikachu, berjalan merenung dan memandangi layar handphonenya. Di tangan kirinya tergenggam dompet transparan yang berisikan paspor dan tiket pesawat. langkahnya gontai, sesekali menghela nafas panjang. matanya sedikit berkaca-kaca. Ada ketegaran yang enggan dia tunjukkan melalui raut wajahnya yang cantik.

Jalanan begitu ramai orang berlalu lalang, dengan berbagai ekspresi. Seorang gadis berseragam SMA berlari menembus kerumunan dan memohon dengan sangat kepada penjaga gerbang agar dia dapat bertemu sebentar dengan kekasihnya. Di belakangnya beberapa orang dengan seragam yang sama berlari menyusul dan memanggil namanya, " CINTA!!!!!", sebelum akhirnya mereka membantunya membujuk gadis bernama Cinta agar dapat masuk sebentar ke dalam ruang tunggu keberangkatan. 

Tanpa mereka tahu, gadis berbaju merah itu menoleh ke arah mereka, merasa namanya dipanggil. Dengan sedikit tanda tanya dalam benaknya, gadis berbaju merah ini kembali melangkah dengan tanpa menyadari bahwa jalanan ramai, gadis itu menabrak seorang laki2 seumurannya. Lelaki yang lebih tinggi dari dia. Sebuah paper bag terlepas dari pegangannya, pun begitu dengan dompet dan handphone sang gadis. Mereka berpandangan sebentar lalu cepat-cepat gadis itu meminta maaf. Sang lelaki hanya tersenyum menyatakan bahwa dia baik-baik saja. Lelaki itu merapikan topi dan tas punggungnya. Kemudian mengambil paperbag nya sebelum kemudian melangkah pergi. Sang gadis menoleh sebentar dan tersenyum dengan ekspresi berpamitan, sebelum berjalan menuju ke arah orang tua dan adik perempuan yang telah menunggunya.

" Kakak, lama sekali nukar uangnya" protes sang adik,
"Iya..maaf hehe. Tadi pas di depan toilet sempat tabrakan sama orang"
Kemudian mereka tenggelam dalam percakapan kekeluargaan. Sang gadis akan pergi menuntut ilmu di negeri orang. Untuk pertama kalinya orang tuanya melepas gadis manja itu hidup sendiri.

Di lain tempat, sang lelaki menyadari bahwa ada barang yang bukan miliknya masuk ke dalam paper bag. Dia berbalik arah, mencari gadis manis yang bertabrakan dengannya tadi. Sekitar sepuluh menit berkeliling, akhirnya menemukan gadis itu dengan keluarganya. Dengan sedikit ragu dia melangkah mendekati. Tiba-tiba saja adik si gadis menarik tangan gadis itu menjauh dari keua orang tua mereka. Menariknya ke arah lelaki itu. Sang lelaki tiba-tiba saja merasa seperti dipukul jantungnya, lalu duduk di sofa membelakangi si gadis dan adiknya. Tanpa dia inginkan, mendapati percakapan mereka.

" Kakak, gapapa kakak jauh dengan kak Willy? Kalian ada terpisah dua benua kak"
Sang gadis tersenyum manis, kemudian mencubit pipi si adik,
" Sayang, kalau jodoh itu tak akan lari dikejar, lagian kita masih muda"
" Tapi jika ada orang lain yang menyukainya?" kegelisahan sang adik yang menyiratkan betapa tak inginnya dia melihat sang kakak akan bersedih di negeri orang.
" Jika kakak memang jodoh dia, maka walau sampai kapanpun dia akan selalu ada untuk kakak meski terpisah. Kalau buakn jodoh kakak, berarti ada orang lain yang dipersiapkan Tuhan untuk kami. Kami berpisah, pastilah ada sesuatu besar nantinya"........

Sang gadis menghela nafas berat, kemudian melanjutkan perkatannya...
" there is no coincidence. Because God, is the only one great director, we are just the players. There is a great scenario for us. Ga ada yang harus dikhawatirkan, Kasih". 
Kemudian mereka saling tersenyum dan kembali ke tempat orang tuanya berada. bersiap untuk keberangkatan.

Sang lelaki tersenyum, kemudian mendatanginya dan menyerahkan pada gadis itu sebuah handphone. Sang gadis mengucapkan terima kasih. Sesaat kemudian dia memasuki gate untuk check in bersama keluarganya. Sang lelaki memandang kepergian mereka dengan senyum penuh arti seraya berucap,
" Jika kamu tidak berjodoh dengan kekasihmu saat ini, maka akulah yang akan menggantikannya"

Dibenarkannya letak ranselnya, kemudian berbalik arah menuju ke tempat keluarganya menunggu untuk melepasnya pun pergi ke luar negeri. Tanpa disadari ada sesuatu yang tertinggal dalam tasnya yang tak mereka sadari. Sebuah gantungan handphone berwarna kuning berkarakter pikachu. Lelaki itu baru menyadari masih ada sesuatu yang tertinggal, saat dia sudah berada di dalam pesawat. Seakan puas dengan itu, dia bermumam,, " sepertinya kita memang harus bertemu lagi", kemudian dia berpaling ke arah jendela, memandangi dan mengagumi apa yang akan menjadi kejutan untuk hidupnya selanjutnya.


Previous
Next Post »