Review: kesan pertama di Sophiearth Hostel, Shinjuku

Kali ini saya ingin mereview tentang kegiatan di Golden Week saya. Golden Week adalah minggu di awal bulan mei yang 3 hari libur berturut2, yaitu tanggal 4,5 dan 6. Dan tahun ini, tanggal 2 dan 3 jatuh pada hari sabtu dan minggu. Jadi, saya manfaatkan momen ini sebagai hari liburan ke banyak tempat. Tujuan saya pertama adalah Tokyo. Tapi sayang banget, di moment golden week ini sudah banyak hostel (penginapan untuk para backpacker) , sudah banyak yang penuh. Akhirnya saya setelah berjuang hingga nangis2, dapat juga booking tempat untuk 4 hari selama golden week. Tempatnya di dekat stasiun Higashishinjuku, namanya Sophiearth. Bisa dilihat web nya di sini.

Sekedar first impression aja, saya akan mengulas sedikit.

Saya datang kemarin, jam 21.20 tiba dihotel. Setelah menunggu sekitar 10 menit, saya bertemu dengan manager nya. Akhirnya saya diantar kamar. Saya dapat kamar no 12. Roomate saya tidur saat pintu di buka, dan setelah saya diajak berkeliling untuk melihat fasilitas, saya kembali ke kamar. Begitu saya buka pintu lagi, olalaa saya terkejut karena isinya 2 pria bule maskulin. Ganteng sih, tapi nggak tidur sekamar juga kan. Akhirnya saya protes ke manager, karena saya memesan ruangan khusus ladies, koq dapatnya mas2??

Saya memaklumi sekali, karena moment liburan ini, sehingga banyak sekali orang yang memesan, mungkin manajemennya jadi sedikit kacau. Jadi saya biasa aja, nggak protes2 banget. Akhirnya setelah menunggu 30 menitan, saya dapat tempat baru. Nah inilah kecemburuan sosial dimulai.

Sekedar info, pemiliknya adalah orang korea, pun dengan managernya. Tapi mereka bercakap bahasa inggris lancar. Mereka baik, tapi yang saya rasakan, mereka lebih memperlakukan istimewa orang2 dari korea. Ya, maklum si, saya kalau ketemu orang Indonesia juga perlakuannya pasti lebih nice gitu. Tapi, ini kan bisnis ya, hostel gitu. Menyangkut hajat hidup orang banyak, bukan cm korea. Kalau ga bisa adil, ya tulis aja: Sophiearth, khusus orang korea aja. Gitu kan lebih bagus.

Saya, hanya dapat tempat tidur beralaskan futon tipis, sedangkan roomates saya 3 orang dapat springbed. Itu ngasih bednya setelah tamu datang lho. Dan saya datang duluan dr mereka. Kalau beda kamar sih nggak papa, ini satu kamar loh. Such a discrimination.

Ruangannya sempit banget. Jarak antara bed bertingkat 1 dan 1 nya itu cuma 40cm (aku ngukur sendiri). Koperku aja ga bisa di buka byak lho. Lantainya kotor. Nggak ada slipper. Aerasinya nggak bagus, jadi ruangan yang udah sempit itu terus pengap banget.

Tidak ada locker berkunci untuk tempat menaruh barang2. Dan kamar yang tidak ada kunci dari luar. Tidak ada korden penyekat di bed.

Dan harganya mahal.3300 yen semalam. jangan memandang, ini di tokyo. Yang lebih murah dan bagus ada banyak sekali.

Kamar mandi sih oke. Toilet, semprotannya mati. Tapi nice sih, nggak pesing.

Tidak ada big room atau living room. Tidak ada kitchen buat masak. Biasanya, hostel buat para backpacker selalu disediakan tempat untuk memasak dan ruangbesar untuk sekedar ngobrol dan nonton tv. Di Sophieart enggak.

Kotor dan berantakan.

Saya sangat tidak merekomendasikan untuk memesan hotel ini kalau ke tokyo.

Mahal dan nggak nyaman. Terlebih untuk muslim. Tidak ada tempat yang cukup untuk shAlat. Karena itu, saya shalatnya duduk di bed.

Pokoknya, jangan pernah pesan hostel ini bila ke tokyo. PERINGATAN KERAS!!!!!!!!

Ok, sambung nanti malam yaaaa :)
Previous
Next Post »

3 comments

Write comments
Wiwin
AUTHOR
May 29, 2015 at 5:06 PM delete This comment has been removed by the author.
avatar
Wiwin
AUTHOR
May 29, 2015 at 5:06 PM delete This comment has been removed by the author.
avatar
Ichaa
AUTHOR
January 31, 2016 at 9:16 AM delete

Hallo. Saya akan berpergian ke jepang tgl 3-9 mei 2016 dan kebetulan baru menyadari kalau itu adalah golden week. Sekarang saya agak degdegan karena membaca hampir semua blog bilang "avoid these period to travel"

Apakah benar seramai itu? Apa benar benar susah menikmati objek wisata disana? Any advice ga? Thank you

Reply
avatar