Halo September

Halo...semua, saya akan mulai lagi coretan2 pikiran saya yang aneh dan nggilani mulai sekarang. Setelah hampir satu bulan lamanya tidak ada internet di komputer saya yang besar ini, akhirnya pak bos mengalirkan internet juga. Baiklah...kali ini saya cuma pengen menulis ini aja. Yah, namanya juga udah vakum lama, dan semenjak menulis yang lain (baca:paper ilmiah), saya sedikit terserang stres berkepanjangan. Nampaknya saya butuh pacar. Lha mau gimana? jadi anak TK di usia yang sudah seperempat abad ini benar2 tidak mengenakkan. Kalau lagi galau, bingung mau cerita kemana. Cerita ke orang tua, tanggapannya "kamu itu sudah gedhe gerang, masalah gitu aja nggak bisa menyelesaikan". Cerita ke teman seperjuangan, yang ada malah makin galau, karena sang teman bisa jadi malah lebih galau dari kita. Cerita ke teman lama yang sudah ibu2 beranak, paling tanggapannya "ayo ndang nikah", marai kesel. Lah nanti kalau cerita di sosmed, dikira alay. Lha njuk?? Cerita sama Tuhan saja. Iya, Tuhan tanpa diceritain juga udah tau kan masalah kita. Cuma, kita manusia, nggak usah munafik kalau kita juga butuh tempat untuk mengeluarkan uneg2 biar nggak stres. Tapi ya sudahlah, emang enak jadi artis. Kalau lagi galau, tinggal panggil wartawan, curhat di infotainment, beres. Nah kita????

Ya sudah kalau begitu, daripada saya jadi baper, mendingan saya lanjutin aja nginput data. Timbang saya makin baper juga minggu depan harus presentasi progress report tapi progressnya malah mundur. Ah....aku jadi pengen nangis. Pinjam bahu boleh???
Previous
Next Post »