Serpihan Hari Ibu

22 Desember lalu adalah hari ibu. Semua orang baik tua muda, laki-laki perempuan seakan berlomba2 mengunggah dan memperbaharui status mereka di sosial media dengan foto2 atau kata2 mutiara mengenai ibu mereka. Kebetulan, hari itu saya nggak posting. Karena pas mau posting, bapak saya sudah mengeluarkan kata2 satir duluan.

" Orang2 pada ngucapin selamat hari ibu, tapi kalau ibunya nyuruh selalu dilakukan nanti nanti".

Makasih lho, bapak. tertohok sekali saya.

Tapi, saya pikir benar juga koq. Pada saat hari ibu, kita terbiasa mengunggah ucapan mesra, kalimat indah yang menunjukkan betapa kita menyayangi ibu. Namun, pada kesehariannya, apapun yang ibu katakan selalu kita abaikan, kita langgar, atau bahkan kita tunda nanti.

Jadi, sebenarnya, perayaan hari ibu pada masa kini hanyalah merupakan ajang pamer update-an status di sosmed aja. Ajang pencitraan biar kita dianggap orang yang berbakti kepada ibu. Atau bahkan ajang pamer kalo ibu kita cantik, hehe.

Tapi pernah nggak, pas hari ibu, kita nggah usah update. langsung aja melakukan kerjaan rumah. Nggah usah beli kado untuk ibu. Ganti kadonya dengan melakukan apa yang diperintahkan ibu saat itu juga. Sehari aja. Pas hari ibu doank. Bisa nggak?


Previous
Next Post »