KISS = Keep It Simple, Stupid!

Semalam, saya bercengkrama dengan sahabat2 saya, kami makan malam di sebuah cafe langganan tempat biasa kami nongkrong2 cantik. Kebetulan, kami juga menyambut teman baru yang baru saja 2 hari datang dari San Diego, USA. Namanya Andres Perez. Dia seorang youtuber. Bisa dicek channelnya di sini.

Semalam kami bercerita tentang banyak hal, dan juga membahas tentang banyak hal. Teman saya memberi tips kepada saya dan Andres tentang bagaimana cara mengajar bahasa Inggris kepada orang Jepang dengan baik, dan mudah dimengerti. Selain itu, banyak pula tips yang dia bagikan kepada kami, karena kami akan memulai kerja sebagai guru bahasa Inggris mulai minggu depan.

Ada hal yang menarik selama perbincangan kami. Yaitu tentang bagaimana orang berbicara. Saya dan 2 sahabat saya yang kebetulan mereka adalah sepasang kekasih unyu, mengeluhkan tentang beberapa native speakers yang kami masih susah untuk memahami bahasa mereka. Bukan karena kami tidak memahami bahasa mereka, of course we know English, though, tapi karena intonasi dan pemilihan kata dan diksi mereka yang terlalu ribet dan susah untuk dipahami oleh orang2 non-native speakers. Kemudian, Andres mengenalkan kepada kami tentang KISS. Keep It Simple, Stupid! Yang artinya semacam, nggak usah ribet lah.

Itu ada benarnya juga loh. Contohnya, ketika kita menyampaikan sesuatu secara lisan, akan lebih baik apabila disampaikan secara sederhana. Tujuannya adalah agar orang lain mengerti dan paham dengan topik yang sedang kita bicarakan. Bukan semata karena ingin menun jukkan seberapa pintar dan hebat kita bukan?

Beberapa orang bahkan terlalu percaya diri ngomong menggunakan bahasa asing yang sebenarnya itu semacam salah grammar maupun penggunaan dan pemilihan kata. Tolong, readers, tolong, jangan pernah untuk mencoba berbicara terlalu pede menggunakan bahasa asing di depan orang2 negaramu sendiri. Kecuali kamu memang ada di kelas bahasa asing yang memang mengharuskan kamu ngomong bahasa asing sepede mungkin sebagai ujian atau apalah. Seriously, kalian hanya akan mempermalukan citra kalian sendiri.

Balik lagi ke KISS. Saya kemudian ingat kata2 kang Fedri Rinawan, bahwa dalam memresentasikan hasil penelitianmu, kamu harus menyampaikannya dalam bahasa yang sesederhana mungkin, agar orang lain mengerti. karena, tidak semua orang ada pada satu bidang yang sama denganmu. Mereka tentu saja tidak tahu semua istilah ilmiah yang ada di bidang kita, bukan? Maka dari itu, penyampaian secara lisan seharusnya dibuat sesederhana mungkin, sehingga orang lain akan mengerti tentang apa yang telah kita kerjakan. Sekali lagi, bukan semata karena ingin pamer kehebatan kita, Percayalah, readers, ilmuan besar bahkan Einstein pun tidak bersikap pamer seperti itu.

Berbeda halnya dengan penulisan ilmiah untuk sebuah scientific paper yang nantinya ditujukan kepada jurnal ilmiah. Disini, kita akan pamer kehebatan kita, kita akan menggunakan banyak sekali kata2 ilmiah yang sulit, kita akan menyombongkan hasil penelitian kita, adalah sah. Namun, tetap saja KISS berlaku disini. Meski dengan bahasa ilmiah, sebisa mungkin harus disampaikan secara sederhana. Karena paper kita akan dibaca oleh banyak sekali peneliti2 pemula dan mahasiswa2 galau yang tentu saja mereka masih harus banyak belajar. Tolong, jangan persulit para mahasiswa galau, nanti mereka makin galau. Sudah jomblo, tiap hari ngerjain tugas, suruh ngartiin paper internasional yang susah pula. Kasihanilah mereka.

Dalam hidup juga seperti itu. Kita harus mulai menyederhanakan pola pikir kita untuk hidup yang lebih baik. Cinta ditolak? Ya sudah, cari yang lain. Masih banyak manusia2 didunia ini koq. Sakit? itu pasti, namun hidupmu kan nggak harus selalu sakit. Punya masalah keuangan? Gampang, berbaik2lah dengan teman. Siapa tahu dapat utangan, atau malah bisa dapat kerjaan. Apalagi? Seperti saya ini, paper belum publish juga. Yah gampang si, kalau belum publish juga tahun ini, ya extend. Belum 5 tahun koq. Gampang kan hehehe. Jika kamu percaya dengan Tuhanmu, maka buatlah hidupmu sederhana. Tuhan tidak akan pernah meninggalkanmu. Kamu yang meninggalkan Tuhan. Maka, ketika hidupmu mulai ribet, ceritalah kepada Tuhan, dan buatlah hidupmu simple, namun pasanglah target. Agar hidupmu menjadi lebih tertata, lebih selo, dan lebih bahagia. :)
Previous
Next Post »