Tips: Bertahan dari Serangan Dingin di Jepang

Seperti yang telah banyak kita ketahui bahwa musim dingin adalah musim paling berat bagi sebagian besar mahasiswa miskin seperti saya. Dan hanya mengeluh apalagi menangis tidak akan menyelesaikan masalah. Di musim dingin yang ke 7 saya sebagai mahasiswa miskin, saya ingin bagi-bagi tips cara menghemat pengeluaran saat musim dingin.


1. Membeli Coat (baju hangat)



Coat atau yang lebih dikenal sebagai jaket musim dingin sangatlah diperlukan sekali. Banyak sekali coat-coat dengan model dari yang biasa saja hingga yang fashionable. Tapi, jika kita bisa sedikit lebih jeli, kita bisa menghemat uang untuk setiap tahunnya.

Tips membeli coat:

a. Belilah coat di Toko barang Bekas (2nd Street, Jumble Store, Bookoff Plus etc.)


Jangan khawatir gengsi kamu dengan predikat barang bekas. Di Jepang, meskipun barang bekas, namun barangnya masih bagus dan layak pakai. Kamu dapat memilih sendiri barang yang sesuai dengan seleramu dan kondisi yang terbagus disana dengan harga yang jauh lebih murah. Biasanya, untuk coat yang bagus dengan harga baru lebih dari 15.000 yen, bisa kamu dapatkan dengan harga 4500 - 6000 yen saja. Belilah 2 atau 3 coat bagus dengan design dan warna berbeda. Sehingga akan terhindar dari teman2 kurang ajar yang pasti akan berkomentar "bajumu koq itu-itu terus". Coat pertama saya beli 5 setengah tahun yang lalu dan sampai sekarang masih dipakai, loh. Harganya hanya 700 yen dari Bookoff Plus.


b. Belilah coat berdasarkan fungsinya


Kebanyakan dari kita pasti akan tergiur dengan lucunya model coat yang fashionable. Hingga kadang tidak sadar bahwa dengan memakai coat seperti itu pun masih belum terasa begitu hangat. Dan setelah itu, kita akan terus tergoda membeli badu dalaman atau sweater baru untuk lebih menghangatkan. Percayalah, hentikan segera. Lebih baik, belilah coat yang bagian dalamnya terbuat dari wool baik yang natural ataupun poliester wool. Karena dijamin lebih hangat daripada coat yang terbuat dari kain tebal biasa (maaf ga tau namanya), ataupun yang didalamnya berlapis kain seperti parasut tipis. Memang lebih mahal, tetapi ini akan menghemat pengeluaran di tahun2 berikutnya. Makanya, belilah coat di toko baju bekas saja. Usahakan pilih model coat yang ada penutup kepalanya, sehingga ketika hari bersalju, kamu bisa menggunakannya untuk melindungi kepala dan telinga.

c. Jika ingin membeli coat lagi, belilah saat musim panas


Tergoda ingin punya coat baru? Bersabarlah hingga musim panas. Biasanya saat akhir musim semi menjelang musim panas, meskipun di toko barang bekas pun, akan ada SALE besar produk2 musim dingin. Tak terkecuali coat. Maka, inilah saat yang tepat jika kamu mau khilaf beli coat model baru dengan harga miring.

2. Biasakan Memakai Baju Dalam Hangat (Heat Tech)


Biasakan dirimu untuk menggunakan heat tech. Kamu bisa beli di Uniqlo, AEON ataupun Onsendo. Pengalaman saya, produk dari AEON (baik yang slimfit ataupun Topvalu) lebih tipis tetapi lebih terasa hangat daripada produk dari Uniqlo. Namun, bila ingin yang lebih murah, kamu bisa beli di Onsendo. Baju dalam ini bisa dipakai hingga 5 tahun koq. Setidaknya pengalaman diri sendiri hehe.

Dengan memakai heat tech ini, kita akan terhindar dari pembelian sweater2 unyu yang selalu menggoda (yang padahal juga tidak terlalu hangat pula). Saya biasanya memakai 2 layer heat tech kemudian 1 layer baju yang biasa pakai (biasa dipakai saat musim panas juga), dan coat di luarnya. Kamu juga bisa tidur dengan memakai heat tech.
Heat Tech
Gambar dari Uniqlo

3. Kurangi Penggunaan AC


AC (Air Conditioner) merupakan salah satu racun bagi dompet dikala musim dingin. Betapa tidak? Sekali kita memencet tombol on, kehangatannya bisa membuat kita terlena sepanjang malam hingga pagi menjelang. Bahkan kadang, sampai kita berangkat ke kampus. Tanpa terasa, di bulan berikutnya, tagihan listrik tahu2 sudah ichiman (10 ribu yen). Berikut tips untuk mengirit penggunaan AC:

a. Ganti penggunaan AC dengan kotatsu atau pemanas listrik/kerosen


Belilah kotatsu (meja musim panas) ataupun pemanas ruangan (bisa listrik, bisa juga dengan minyak tanah. Biasanya yang dari minyak tanah lebih ngirit, tetapi agak susah karena harus beli minyak tanahnya di pom bensin). Listrik yang dikonsumsi dari kotatsu atau pemanas lebih kecil daripada AC. Sehingga kamu bisa mengurangi biaya listrik setiap bulannya. Untuk menekan biaya pembelian, kamu bisa membeli di toko barang bekas dengan harga yang pastinya jauh lebih murah daripada beli baru. Untuk pemanas ruangan dengan maksimum 1200 Watt, kamu bisa memperolehnya dari harga 2500 yen, tergantung model dan kondisinya. Jika kamu memilih untuk menggunakan pemanas, pilihlah pemanas yang ada steamernya. Sehingga tidak perlu beli room streamer secara terpisah (save money).
meja Kotatsu yang hangat
https://www.pinterest.com/keldeska/japan-kotatsu/

b. Belilah Karpet Listrik atau Selimut Listrik


Pilihan lain adalah dengan menggunakan karpet listrik. Kamu juga beli selimut listrik untuk dipakai ketika tidur. Sehingga tidak perlu menyalakan AC saat tidur. Tetapi, karpet listrik hanya bisa menghangatkan pant*t kamu saja. Tetap saja harus membutuhkan pemanas untuk menghangatkan badan. Jadi, menurut pendapat saya, pembelian karpet listrik tidak begitu diperlukan.

c. Tidur dengan perlengkapan tempur


Salah satu masalah keracunan dompet saat musim dingin adalah saat tidur. Dan AC adalah penolong nyawa kita ketika tidur di musim dingin. Namun, dengan penggunaan pemanas listrik/kerosen, kamu bisa menghemat. Tapi, ada satu cara sedikit ekstrim untuk menghemat, dan itu saya lakukan dengan belajar banyak setelah kecolongan banyak uang pada saat awal2 merasakan musim dingin. Tidur dengan perlengkapan tempur yang dimaksud adalah, kamu tidur dengan menggunakan jaket hangat (dari wool khusus untuk tidur---bisa dibeli di toko bekas juga), kaos kaki dan sarung tangan tebal (bisa di beli di toko 100 yen), selimut tebal dobel. Usahakan untuk memakai penutup kepalanya juga agar lebih hangat. Dengan begini, kamu bisa terhangatkan tanpa perlu AC atau pemanas sekalipun.

d. Rajin ke kampus


Kampus di Jepang, seperti yang kita tahu, menyediakan fasilitas lab, perpustakaan, kantin yang lengkap dengan pemanas ruangannya. Jadi, rajin2lah ke kampus. Selain kamu bisa menghemat pengeluaran di rumah, kamu bjuga pasti akan dipandang sebagai anak rajin. Meskipun di lab cuma nonton youtube #eh.

4. Kurangi penggunaan listrik yang kurang maksimal


Penggunaan listrik kecil2 yang sebenarnya bisa diminimalisir harus benar2 diperhatikan. Contohnya saja penggunaan kulkas. Di musim dingin, kita akan jarang sekali makan es krim atau minum minuman dingin, kan? Susu pun kita simpan di dapur tanpa di kulkas juga masih tahan. Karena suhu di luar terkadang lebih dingin daripada suhu di dalam kulkas (selain freezer). Jadi, matikan kulkas selagi musim dingin akan membuat penggunaan listrik menjadi sangat berkurang. Salah satu penolong akibat penghentian penggunaan kulkas adalah, dengan menyimpan daging dan ikan di freezer kulkas lab kamu. Tapi, ini tergantung oleh persetujuan teman2 satu labmu ya. Untungnya, teman2 satu lab saya juga melakukan hal yang sama, jadi tidak ada masalah dengan menyimpan daging dan ikan di kulkas lab hehe.


5. Belilah sepatu musim dingin yang multifungsi



Bagi mahasiswa miskin seperti saya, membeli banyak sepatu itu benar-benar menguras dompet. Apalagi di Jepang ada 4 musim yang sepatunya pun beda model. Tetapi, kita bisa memaksimalkannya dengan membeli beberapa sepatu multifungsi seperti:

a. Sepatu Formal


Sepatu ini bisa kamu gunakan dari spring hingga autumn. Berwarna hitam dan usahakan dengan bahan yang tidak tembus air. Jadi bisa dipakai saat hujan
Macam formal shoes yang wajib kamu punya
Gambar dari Wall Street Journal http://www.wsj.com/articles/SB10001424052748704754304576096102566911130

b. Sepatu Sport


Sepatu ini bisa dipakai ketika musim dingin juga. Selain itu kamu juga bisa memakainya ketika pergi ke kampus. Banyak macam sepatu olah raga yang bisa untuk dipakai ke kampus. Brand terkenal seperti Adidas, Nike, Puma, bisa kamu dapatkan dengan harga murah ketika masa SALE.

c. Sepatu Boots multifungsi


Ini adalah sepatu yang wajib kamu punya. Pilih sepatu boots dengan bahan kulit (baik kulit alami maupun sintetis), dengan bagian dalam yang hangat. Sehingga, kamu bisa memakainya untuk jalan2, untuk acara formal, pas ada salju besar, maupun pas hujan. Tak perlu kamu membeli banyak sepatu boots atau sepatu winter, kan? Ngirit deh. Jika ingin membeli sepatu baru, sekali lagi, usahakan di akhir musim dingin, karena harganya akan jauh lebih murah.
Saya pakai boots model seperti ini.
Gambar dari http://bootyc.com/pin/flat-boots-for-women/

6. Awasi penggunaan gas


Nah ini juga yang sering meracuni dompet kita. Tidak mungkin kita akan mandi dengan air dingin kan? Penggunaan gas memang menjadi temannya penggunaan listrik dalam meracun. Di musim dingin, penggunaan gas bisa naik 2 kali lipat dari penggunaan biasa di musim panas. Triknya adalah, sediakan ember. Isilah ember dengan air panas sampai setengahnya lalu kemudian barulah kamu masuk untuk mandi. Usahakan jangan menyalakan kipas penghisap uap terlebih dahulu. Tujuannya adalah agar kamar mandi menjadi sedikit lebih hangat karena uap panas. Lalu, segera matikan air ketika sudah selesai mandi. Dengan begitu, kamu tidak membuang banyak air (otomatis banyak gas juga untuk menghangatkan airnya) karena kamu kelamaan berdiri di pancuran air hangat.


7. Mandi satu kali sehari



Bagi yang punya kebiasaan mandi dua kali sehari di Indonesia, hentikan segera. Di musim dingin, bau badan menjadi lebih berkurang. Jadi, cukuplah mandi satu kali sehari. Bahkan beberapa teman ada yang lebih ekstrim, yaitu mandi 3 kali sehari. Seperti si Mahfuzh Huda ini hihihi. Tapi percayalah, meskipun kamu mandi 3 hari sekali, bau badanmu tidak akan tercium. Kalau kamu kurang pede, bisa pakai parfum koq hihi.

Nah itulah beberapa tips dari saya untuk berjuang dari kedinginan plus berjuang melawan keracunan dompet selama musim dingin. Kalau teman2 ada tambahan, boleh banget loh di share.

Previous
Next Post »

1 comments:

Write comments