Masakan Indonesia: Terkenal tapi Kurang Membekas

Orang Indonesia di belahan dunia manapun tinggalnya, pasti akan sangat kangen dengan masakan Indonesia. Sehingga restoran Indonesia menjadi selayaknya tempat harta karun yang wajib untuk dikunjungi. Meski harus merogoh kocek lebih dalam, meski rasanya kadang tidak semirip yang dibayangkan, meski teksturnya kadang tidak serupa aslinya, namun sudah cukup menjadi obat pelepas rindu akan tanah air.

Namun, sadarkah kita kalau masakan Indonesia itu ternyata kalah pamor dengan masakan negara lain. Masih banyak orang yang tidak tahu tentang Indonesia, atau salah menyebut sebuah masakan itu justru berasal dari negara tetangga.

Kenapa masakan Indonesia kurang terkenal di dunia?

1. Terlalu beragam

Indonesia itu luas. Sangat luas. Tapi China dan Amerika lebih luas dari Indonesia. Tapi, kenapa masakan China dan junk food ala Amerika banyak mendunia?

Jawabannya satu: karena mereka menonjolkan hanya beberapa macam masakan yang paling populer dibandingkan dengan masakan yang lain.

Misalkan saja Peking Duck. Tidak mungkin Peking Duck akan berasal dari Eropa. Atau KFC. Kentucky Fried Chicken. Selain management yang bagus, KFC juga tidak mungkin berasal dari Amazon.

Di Indonesia banyak. Sangat banyak. Sebut saja Mie Aceh, Pempek Palembang, Talas Bogor, Siomay Bandung, Gudeg Jogjakarta, Bubur Manado dll. Tapi kenapa tak bisa seterkenal Peking Duck? Karena satu hal. Terkadang, terlalu beragam itu menjadikan sesuatu lemah. Ibaratkan kita membagi roti kepada anak-anak. Jika kita membagi roti kepada 2 anak, mereka masing-masing akan mendapat setengah bagian. Namun jika kita membagi roti dengan ukuran sama ke 10 anak, maka bagian yang didapat akan lebih kecil. Begitu juga dengan kepopuleran masakan Indonesia.

Kita tegaskan sekali lagi. Soto. Siapa yang nggak tahu soto? Bihun dengan kuah kaldu ayam atau sapi, dengan pelengkap taoge dan irisan daging atau ayam. Soto ini sebenarnya berpotensi untuk terkenal di dunia. Namun, terlalu beragam. Dan keragaman soto di masing-masing daerah juga mempunyai ciri khas tersendiri. Misalkan Soto Betawi, Coto Makasar, Tauto Pekalongan dll itu sebenarnya Soto. Tapi beda cara penyjian bahkan bumbunya. Jadi turis akan bingung, ini namanya sama soto, koq beda sama yang di jakarta?? Nah lho? Contoh lebih spesifik lagi, jika kamu ke Jogja dan pesan soto, maka kamu akan mendapatkan soto dengan isi bihun, kubis, wortel dan tauge lengkap dengan daging ayam atau sapi, bawang goreng dan nasi. Tapi jika kamu pesan soto di Solo, maka yang kamu dapatkan cuma nasi dengan kuah dan taburan daging dan bawang goreng saja. Jogja-Solo itu cuma 45 menit naik prameks lho.

Sedangkan negara lain, menonjolkan hanya yang paling populer saja. Thailand dengan Tom Yum, Vietnam dengan Pho, India degan Kare, Italia dengan Pasta. Indonesia dengan? Ah..banyak sekali.

Masakan Indonesia
Aneka ragam masakan Indonesia


2. Terlalu mirip dengan masakan negara lain

Indonesia adalah negara kepulauan yang dikelilingi oleh banyak sekali negara dengan kebudayaan dan kulinernya masing-masing. Sehingga mau tidak mau, cita rasa dalam kuliner akan berpadu. Meskipun mungkin benar, suatu masakan lahir dan tercipta asli dari Indonesia, tapi karena ada juga dinegara lain yang lebih sering dikunjungi wisatawan, masakan tersebut jadi lebih terkenal sebagai masakan negara lain. Contohnya saja Rendang yang sering diaku sebagai masakan khas Malaysia dan Singapura. Atau Onde-onde yang sering diaku sebagai makanan khas dari Indonesia, Malaysia, Vietnam, Thailand, Laos, Myanmar, Kamboja. Kita juga tidak tahu dari mana asal Onde-onde sebenarnya. Tapi, keyakinan saya berkata bahwa onde-onde berasal dari China.

Kita ambil contoh masakan Indonesia yang paling terkenal.

a. Nasi Goreng

Nasi Goreng pada dasarnya adalah masakan dari China yang diadaptasi dengan cita rasa Indonesia. Berabad-abad yang lalu, jauh sebelum Belanda menjajah Indonesia, bangsa China telah masuk ke Indonesia. Dan secara otomatis, mereka menularkan kuliner China pada masyarakat Indonesia yang mungkin saja pada saat itu masih memasuki tahap berburu dan meramu.

nasi goreng
nasi goreng
http://tarasmulticulturaltable.com/nasi-goreng-indonesian-fried-rice/

Nasi goreng, dalam bahasa China namanya cau fan. Sama, nasi digoreng dengan bumbu, diberi telur dan sayuran potong kecil, lalu disajikan dengan topping apa saja sesuai selera. Orang suka nasi goreng. Pada dasarnya, orang suka cau fan. Jadi nasi goreng itu bukan 100% masakan Indonesia. Itu masakan China yang terkenal di Indonesia, lalu dinaturalisasi oleh orang Indonesia, disajikan kepada turis sebagai nasi goreng. Pada dasarnya, kita sama dengan negara tetangga sih yang suka ngaku2 rendang hehehe.

b. Soto

Mungkin tidak pernah terpikirkan Soto itu ada kembarannya. Tapi iya. Kali ini kembarannya berasal dari Vietnam, dan itu sangat terkenal di dunia. Namanya Pho (baca: fe). Dan ada kemungkinan baik Pho dan Soto pertama kali tercipta justru juga di China. Tapi, dokumen dari Wikipedia, Pho menjadi populer setelah Perang Vietnam. Ada kemungkinan juga, Pho merupakan adaptasi dari Soto. Terlepas dari itu, kemiripan Pho dan Soto terbilang cukup significant.

Soto
Soto kebanyakan
https://www.pinterest.jp/pin/402931497900095515/

Sama seperti soto, Pho disajikan dengan bihun atau rice noodle, di dalam kuah daging (biasanya daging babi), kemudian ditaburi irisan daging, tauge, daun seledri, cilantro, dan lain-lain sesuai selera. Satu kesamaan lagi dengan Soto, Pho disajikan dengan sambal dan juga perasan jeruk nipis.

Meski mirip, dan cita rasa yang mirip juga, kepopuleran Pho jauh diatas Soto.

Pho
Pho
http://www.westword.com/restaurants/denvers-ten-best-spots-for-pho-5753413


c. Bakso

Jangan kaget jika kamu mengunjungi negara lain, kamu akan menemui benda semacam bakso dalam makanan negara tersebut. Ya, bakso ada dimana-mana. Tapi mungkin tidak mengandung boraks seperti bakso kebanyakan di Indonesia.
Bakso pada dasarnya adalah lagi2 masakan China yang bernama Si Xi Wanjie.
Bakso berpeluang sangat kecil untuk terkenal di dunia karena banyak kembarannya.

d. Onde-Onde

Jangan dikira onde-onde hanya ada di Indonesia. Hampir di seluruh Asia, ada onde-onde. Makanan ini berasal dari China sejak Dinasti Tang dan dikenal dengan nama Jian dui. Onde-onde di Asia memiliki banyak nama, antara lain Ellurundai (Bahasa Hindi/Tamil), goma dango (Jepang), hamkkaegyeongdan (Korea), kuih bom (Malaysia), butsi (Filipina), b├ính cam (Vietnam, dan lain-lain.

e. Sate

Sate yang terkenal itu, sebenarnya berasal dari tradisi kuliner orang-orang di Jazirah Arab, yaitu kebab. Sate menjadi populer di Indonesia tepat setelah orang-orang muslim baik dari India maupun Arab berdatangan melakukan perjalanan dagang di Indonesia. Bahkan alasan mengapa sate di Indonesia kebanyakan menggunakan daging ayam dan kambing (bukan daging sapi atau babi), dipercaya karena pengaruh kuat dari tradisi kuliner Arab ini.

Dan masih banyak lagi jika kita ingin menelaah masakan-masakan Indonesia yang lain

3. Terlalu susah untuk mendapatkan bahan-bahan

Baiklah, sekarang kita tinggalkan sejenak masakan yang banyak kembarannya. Bagaimana jika kita fokus pada masakan Indonesia yang terkenal dan berpotensi terkenal seperti Rendang, Bebek Betutu, Sate Lilit atau Papeda? Masih juga akan sulit untuk mendunia seperti Tom Yam, Pho, atau masakan Jepang seperti Sushi, Yakiniku dll. Karena, bahan-bahan masakan kita itu sangat susah untuk didapat di negara lain. Berikut saya uraikan sedikit mengenai kesulitan-kesulitan tersebut.

a. Rendang

Mengapa Rendang itu susah? Karena di negara luar, kita akan sangat susah mendapatkan bumbunya, santan, serai, dan lain-lain. Kalaupun ada di negara tersebut, pastilah sangat mahal. Apalagi di jepang, untuk memasak rendang yang berkualitas, harus lama dan harga gas di jepang sangat mahal. Orang bakalan jarang sekali untuk memesan rendang sesering orang akan memesan Tom Yam.

b. Papeda

Tentu saja tidak akan mudah mendapatkan tepung sagu dalam jumlah besar di negara lain.

c. Gudeg

Apalagi mendapatkan buah nangka muda

Nah begitulah pendapat saya mengenai alasan kenapa masakan Indonesia masih kalah pamor dengan masakan dari negara lain. Ada yang mau menambahkan?

Lalu bagaimana?

Menurut saya, lebih baik, kita fokus memperkenalkan masakan yang benar2 Indonesia dan mudah untuk membuatnya dimana saja. Misalkan saja, kue apem, gado-gado atau lotek, rujak, pecel, nasi rames, cendol, ayam bakar, ayam goreng, bubur manado. Mungkin juga kita bisa mulai memperkenalkan masakan Indonesia selain nasi goreng dan rendang kepada teman2 internasional di setiap kesempatan. Saya sendiri berusaha untuk menyajikan selain nasi goreng dan rendang setiap kali diajak party. Hal yang sangat kecil, namun kita bisa mengenalkan sedikit demi sedikit, namun meninggalkan kesan yang membuat mereka ingin mengunjungi Indonesia dan merasakan yang aslinya.


Previous
Next Post »